MAYBRAT, WABUPPAPUA.COM – Perjalanan panjang selama 15 tahun akhirnya mencapai puncaknya Gedung Gereja GKI Jemaat Solafide Suwiam, Klasis Ayamaru,diresmikan dan ditahbiskan dalam sebuah ibadah penuh sukacita di Distrik Ayamaru Utara Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

Di balik berdirinya bangunan gereja tersebut, tersimpan kisah pengorbanan, kerja sama, dan semangat gotong royong seluruh jemaat serta dukungan berbagai pihak. Hal itu disampaikan Ketua Panitia Peresmian dan Pentahbisan Gedung Gereja GKI Jemaat Solafide Suwiam, Anace Jitmau, S.E., saat menyampaikan laporan panitia.
Dalam laporannya, Anace mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan karena seluruh proses pembangunan hingga pelaksanaan peresmian dapat terlaksana dengan baik. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan hasil kerja satu orang, melainkan buah dari kebersamaan seluruh jemaat, pemerintah, para hamba Tuhan, serta para donatur yang dengan tulus memberikan dukungan.
“Ini bukan pekerjaan satu orang atau panitia semata, tetapi hasil kerja bersama dengan hati untuk kemuliaan Tuhan. Karena pertolongan Tuhan, seluruh rangkaian kegiatan peresmian dapat terlaksana dengan baik,” ujar Anace.

Ia menjelaskan, gedung Gereja GKI Jemaat Solafide Suwiam memiliki ukuran 23,60 meter x 13 meter. Pembangunannya dimulai pada tahun 2011 dan dilakukan secara bertahap hingga akhirnya selesai dan diresmikan pada tahun 2026.
Menurutnya, momentum peresmian sengaja diselaraskan dengan peringatan masuknya Injil di wilayah Ayamaru Utara Timur sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah pelayanan gereja yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat setempat.

Anace juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Pemerintah Kabupaten Maybrat, kordinator wilayah Provinsi Papua, Papua pengunungan,papua tengah,papua Barat, kota dan kabupaten sorong,kabupaten teluk Bintuni,para hamba Tuhan, delapan denominasi gereja, delapan kepala kampung, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, kaum perempuan, serta seluruh warga yang telah memberikan dukungan moril maupun material.

Ia mengungkapkan bahwa selama lebih dari dua bulan menjelang peresmian, panitia bersama masyarakat bekerja tanpa mengenal lelah melalui semangat gotong royong demi menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
“Kami tidak dapat membalas segala pengorbanan dan bantuan yang telah diberikan. Biarlah Tuhan sendiri yang membalas setiap kebaikan dan ketulusan hati semua pihak yang telah mendukung,” katanya.

Di akhir laporannya, Anace berharap gedung gereja yang baru diresmikan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan iman, mempererat persekutuan jemaat, serta menghadirkan berkat bagi masyarakat di Ayamaru Utara Timur.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaat dan tamu undangan apabila selama proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan. Menurutnya, semangat persatuan dan pelayanan harus terus dipelihara agar gereja dapat menjadi terang dan berkat bagi banyak orang.

Peresmian dan pentahbisan Gedung Gereja GKI Jemaat Solafide Suwiam menjadi tonggak sejarah baru bagi jemaat. Setelah melewati perjalanan pembangunan selama satu setengah dekade, gereja tersebut kini berdiri sebagai simbol keteguhan iman, kebersamaan, dan pengharapan masyarakat dalam melanjutkan pelayanan kepada Tuhan di Kabupaten Maybrat;(Ones).