MAYBRAT, WABUPPAPUA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maybrat menggelar kegiatan sosialisasi dan simulasi tanggap bencana Tahun 2026 di SD YPK Imanuel Segior, Distrik Ayamaru Jaya, Kabupaten Maybrat, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Maybrat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa-siswi, kepala sekolah, dewan guru, serta jajaran BPBD Kabupaten Maybrat.
Hadir langsung Kepala BPBD Kabupaten Maybrat, Hosea Solossa, didampingi Kepala Bidang Mitigasi dan Kesiapsiagaan Manfred Susim, S.IP., M.AP., para kepala seksi, dan staf dinas BPBD.
Dalam sambutannya, Kepala dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD)Kabupaten Maybrat, Hosea Solossa, menjelaskan bahwa edukasi kebencanaan kepada anak-anak sekolah merupakan langkah strategis untuk membangun budaya sadar bencana sejak usia dini.
“Selama ini kami melihat bahwa berbagai bencana di Kabupaten Maybrat berdampak langsung terhadap lingkungan sekolah. Karena itu kami memulai sosialisasi dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA agar anak-anak memahami langkah-langkah penyelamatan diri ketika terjadi bencana,” ujarnya.

Ia menyelesaikan jenis bencana yang paling sering terjadi di Kabupaten Maybrat meliputi banjir, tanah longsor, hujan dengan intensitas tinggi, angin kencang, serta gempa bumi. Menurutnya, meskipun gempa bumi sering terjadi dalam skala kecil, ancaman banjir dan longsor menjadi perhatian utama karena hampir setiap musim hujan terjadi di sejumlah wilayah.
Hosea Solossa menambahkan bahwa kegiatan serupa akan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah sekolah lainnya di Kabupaten Maybrat, termasuk di wilayah Yukase, Ayamaru Utara, hingga Ayamaru.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Maybrat, para guru, dan seluruh masyarakat dapat bersama-sama mendukung upaya BPBD dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana. Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Pada sesi materi, Kasubbag Umum dan Kepegawaian BPBD Kabupaten Maybrat, Selina Naa, ST, memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pengertian bencana, jenis-jenis bencana yang sering terjadi di Maybrat, serta langkah-langkah penyelamatan diri ketika menghadapi situasi darurat.
Melalui metode interaktif, para siswa diajak berdiskusi mengenai tindakan yang harus dilakukan saat terjadi banjir, longsor, gempa bumi, maupun angin kencang. Anak-anak juga diajarkan pentingnya segera menuju tempat yang aman, tidak bermain di area banjir, mematikan aliran listrik saat rumah terendam, serta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan penting.

Selain penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi tanggap bencana agar para siswa dapat mempraktikkan secara langsung prosedur evakuasi yang benar apabila sewaktu-waktu terjadi bencana di lingkungan sekolah.
Kepala SD YPK Imanuel Segior, Adolo Plumbes, menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Maybrat atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, edukasi kebencanaan sangat penting bagi sekolah yang berada di wilayah rawan bencana.
“Kami sangat bersyukur atas kegiatan ini. Pengetahuan seperti ini sangat bermanfaat bagi guru maupun anak-anak agar selalu siap siaga menghadapi kemungkinan bencana yang bisa terjadi kapan saja. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan setiap tahun sehingga semakin banyak siswa dan masyarakat yang memahami cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana,” ungkapnya.
Melalui sosialisasi dan simulasi ini, BPBD Kabupaten Maybrat berharap budaya sadar bencana dapat terus ditanamkan sejak dini sehingga mampu mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian apabila terjadi bencana di masa mendatang.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana melalui pendidikan dan peningkatan kapasitas di lingkungan sekolah;(Ones).




komentar terbaru