MAYBRAT, WABUMPAPUA.COM — Pesan tegas disampaikan Kepala Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Makassar, Dr. Muhammad Aswad, M.Si., kepada 388 peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS formasi Honorer Daerah (Honda) Tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Maybrat.

Di hadapan Bupati Maybrat Karel Murafer, S.H., M.A., Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para asisten, pimpinan OPD, narasumber, instruktur dan panitia, Muhammad Aswad menegaskan bahwa menjadi ASN bukan sekadar memperoleh status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), melainkan merupakan tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan saat pembukaan Latsar CPNS formasi Honda 2021 Pemkab Maybrat, Senin (7/9/2026).

Muhammad Aswad mengawali sambutannya dengan memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemkab Maybrat yang dinilai serius memperhatikan pengembangan kompetensi aparatur.

Menurutnya, kehadiran langsung Bupati, Wakil Bupati dan Sekda dalam kegiatan Latsar menjadi bukti kuat bahwa pimpinan daerah memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur.
“Saya merasa bangga dan sekaligus bersyukur hari ini tidak hanya bertemu dengan Bupati, Wakil Bupati dan Sekda, tetapi juga bertemu dengan 388 peserta Latsar dari Pemerintah Kabupaten Maybrat,” ujarnya.

Muhammad Aswad mengungkapkan, masih terdapat sejumlah daerah di Papua yang memiliki honorer daerah yang telah diangkat menjadi CPNS, namun belum seluruhnya mengikuti Latsar.
Karena itu, ia menilai langkah Pemkab Maybrat yang telah melaksanakan Latsar patut diapresiasi.
“Saya tahu betul bahwa di wilayah Papua ini masih banyak honorer daerah yang diangkat menjadi CPNS belum semuanya mengikuti pelatihan seperti saudara. Beberapa provinsi dan kabupaten baru merencanakan, tetapi Kabupaten Maybrat sudah melaksanakan,” katanya.

Ia juga mengingatkan peserta bahwa kesempatan mengikuti Latsar merupakan sesuatu yang tidak boleh dianggap biasa.
Menurutnya, banyak orang ingin mendapatkan kesempatan serupa, tetapi hanya sebagian yang akhirnya terseleksi.
“Dari sekian banyak itu hanya sedikit yang bisa terseleksi untuk mengikuti pelatihan dasar dan yang sedikit itu ada Anda di antaranya,” tegasnya.

Jangan Hanya Bangga Jadi PNS
Pesan paling keras Muhammad Aswad ditujukan kepada peserta agar membuktikan bahwa mereka memang pantas dipilih menjadi ASN.

Ia meminta peserta tidak menjadikan status PNS sebagai tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab pengabdian kepada negara dan masyarakat.
“Perlihatkan bahwa Anda memang orang-orang yang terpilih. Perlihatkan bahwa Anda memang pantas untuk dipilih. Yang diperlihatkan adalah kinerja, perbuatan dan pelayanan saudara,” tegasnya.

Ia mengatakan, rasa terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan kesempatan mengikuti Latsar harus diwujudkan dalam bentuk kinerja nyata setelah kembali menjalankan tugas.
Muhammad Aswad kemudian mengingatkan para CPNS mengenai tiga fungsi utama ASN.
Pertama, sebagai pelaksana pelayanan publik.
Ia menegaskan, ASN harus memahami bahwa dirinya adalah pelayan masyarakat, bukan pihak yang harus selalu dilayani.
“Tidak ada di antara kita yang hanya mau dilayani tetapi tidak mau melayani. Justru kita harus memasukkan dalam diri kita bahwa kita adalah pelayan. Kita harus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Kedua, ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik. ASN wajib melaksanakan kebijakan pemerintah dan bekerja sesuai ketentuan serta garis komando organisasi.Ketiga, ASN berfungsi sebagai perekat dan pemersatu bangsa.

Karena itu, ia meminta para peserta tidak menjadi bagian dari tindakan atau sikap yang dapat memecah persatuan masyarakat.
“Kalau tiga fungsi ini kita sadari, kalau tiga fungsi ini kita implementasikan, saya yakin saudara-saudara akan bisa menjadi ASN yang paripurna,” ujarnya.

Jangan Berhenti Belajar
Muhammad Aswad juga menekankan pentingnya kompetensi di tengah perubahan lingkungan pemerintahan yang berlangsung cepat.

Menurutnya, ASN tidak boleh berhenti belajar karena tantangan birokrasi ke depan akan semakin kompleks.
“Dunia ini sedang berubah dengan sangat cepat. Salah satu cara terbaik untuk mengikuti perubahan itu adalah dengan memperbaiki diri dan meningkatkan kapasitas,” katanya.

Ia meminta peserta menjadikan pembelajaran sebagai bagian dari kehidupan profesional seorang ASN.
“Jangan ada di antara Anda yang berhenti untuk belajar. Cara terbaik untuk mengikuti perubahan adalah belajar dan belajar,” tegasnya.
Selain kompetensi, Muhammad Aswad mengingatkan peserta untuk menjadikan nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai pedoman dalam bekerja.

Nilai tersebut mencakup Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Loyal, Adaptif, Harmonis dan Kolaboratif.
Menurutnya, Berorientasi Pelayanan berarti mendahulukan kepentingan masyarakat. Akuntabel berarti mampu mempertanggungjawabkan setiap tugas yang diberikan.

Sementara Kompeten menuntut ASN terus meningkatkan kemampuan, Loyal berarti setia kepada negara dan organisasi, Adaptif berarti mampu menghadapi perubahan dan berinovasi, Harmonis berarti membangun hubungan yang baik tanpa diskriminasi, sedangkan Kolaboratif berarti mampu membangun kerja sama dan sinergi.
“Jangan hanya melihat apa yang ada di unit Anda, tetapi lihat apa yang bisa Anda lakukan untuk membangun organisasi dan membawa pemerintahan daerah di mana Anda berada,” ujarnya.


Menutup sambutannya, Muhammad Aswad meminta 356 peserta Latsar tidak hanya mengejar kelulusan pelatihan, tetapi benar-benar menjadi ASN yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Ia berharap para peserta mampu membawa perubahan positif di lingkungan kerja masing-masing dan ikut memperkuat pembangunan Kabupaten Maybrat.
“Saudara-saudara bisa menjadi ASN yang baik, yang tidak hanya berguna untuk dirinya tetapi juga berguna untuk bangsa dan negara, terutama untuk daerah di mana saudara berada,” pesannya.

Muhammad Aswad kembali menyampaikan apresiasi kepada Bupati Karel Murafer dan jajaran Pemkab Maybrat atas komitmen dalam meningkatkan kualitas aparatur.
Ia menilai perhatian pimpinan daerah terhadap pengembangan kompetensi ASN merupakan investasi penting bagi masa depan pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Maybrat.
“Terima kasih Pak Bupati atas perhatian dan komitmen yang kuat terhadap upaya pengembangan kompetensi ASN di Kabupaten Maybrat,” pungkasnya(Ones).