Maybrat, Wabumpapua.Com — Wakil Bupati Maybrat, Ferdinando Solossa, S.E., menyoroti pentingnya disiplin aparatur sipil negara (ASN), kekompakan birokrasi, serta pembenahan tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maybrat.
Hal tersebut disampaikan Ferdinando dalam arahannya kepada jajaran aparatur pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan tidak hanya bergantung pada kepala daerah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh perangkat daerah hingga staf.
Menurutnya, dalam struktur pemerintahan daerah terdapat Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala bagian hingga staf yang memiliki tugas dan fungsi masing-masing.
“Kalau aparat kita sudah tidak disiplin dan tidak kompak, bagaimana kita mau menjalankan pemerintahan dengan baik. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tegas Ferdinando, pada apel pagi, Selasa (8/9/2026).
Ia mengatakan, berbagai kendala yang menyebabkan aparatur tidak maksimal bekerja harus dibicarakan secara terbuka. Kendala tersebut dapat berkaitan dengan jarak dan transportasi, kondisi kantor, keterbatasan fasilitas kerja, maupun persoalan komunikasi antara pimpinan dan bawahan.
Karena itu, Ferdinando mendorong adanya rapat bersama antara kepala daerah, kepala OPD, asisten dan seluruh jajaran untuk mendengar secara langsung berbagai kendala yang dihadapi aparatur di lapangan.
“Harus ada ruang untuk menyampaikan curahan hati dan hambatan masing-masing. Kita harus tahu kendalanya di mana, sehingga bisa dicarikan solusi,” ujarnya.
Wakil Bupati juga menyoroti sistem pelayanan administrasi pemerintahan, termasuk surat-menyurat dan pengelolaan proposal masyarakat.
Ia mengingatkan agar setiap surat atau proposal yang masuk harus melalui mekanisme administrasi yang jelas dan tercatat. Hal ini penting untuk mencegah persoalan administrasi maupun hukum di kemudian hari.
Menurutnya, proposal yang berkaitan dengan anggaran harus diproses sesuai tahun anggaran dan mekanisme yang berlaku. Setiap dokumen harus diverifikasi serta memiliki dasar administrasi dan hukum yang jelas.
“Jangan sampai proposal masuk tanpa diregister, kemudian langsung sampai ke kepala daerah. Kalau terjadi persoalan hukum, kita yang akan menghadapi masalah,” katanya.
Ia menegaskan, aparatur pemerintah harus memahami mekanisme kerja dan tidak mengambil keputusan di luar kewenangan masing-masing.
Ferdinando juga mengingatkan ASN agar tidak hanya berorientasi mengejar jabatan. Menurutnya, setiap pegawai harus menunjukkan kinerja, disiplin, loyalitas dan integritas sebelum diberikan tanggung jawab yang lebih besar.
“Kalau menjadi staf, jangan merasa harus memiliki kewenangan seperti kepala. Bekerjalah sesuai tugas. Ada proses yang harus dilalui. Pimpinan mungkin tidak melihat seluruh proses itu, tetapi Tuhan dan alam semesta melihat kerja keras kita,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kedisiplinan harus dimulai dari hal-hal sederhana, seperti datang tepat waktu, menyelesaikan pekerjaan dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Ferdinando juga memberikan apresiasi terhadap pegawai yang tetap menjalankan tugas meskipun menghadapi keterbatasan, termasuk mereka yang harus menempuh perjalanan jauh menuju tempat kerja.
Menurutnya, pengabdian sebagai aparatur negara membutuhkan komitmen dan rasa tanggung jawab yang tinggi.
Ferdinando juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar mampu mengisi berbagai posisi dan pekerjaan teknis dalam pemerintahan.
Ia menilai masyarakat Papua, khususnya generasi muda Maybrat, memiliki kemampuan untuk mengelola pekerjaan pemerintahan apabila diberikan kesempatan, pelatihan dan kepercayaan.
“Jangan sampai orang dari luar datang dan mengisi semua pekerjaan teknis, sementara kita sendiri tidak percaya diri. Kita juga mampu. Operator, administrator dan pekerjaan teknis lainnya harus bisa dikuasai oleh SDM kita sendiri,” tegasnya.
Menurut Ferdinando, peningkatan kapasitas SDM lokal juga menjadi penting untuk menghadapi tantangan pembangunan dan mengurangi angka pengangguran.
Ia berharap aparatur Maybrat terus meningkatkan kompetensi, produktivitas, kreativitas serta integritas dalam menjalankan tugas.
ASN Diminta Jaga Kesehatan
Selain persoalan kedisiplinan dan tata kelola pemerintahan, Ferdinando mengingatkan para ASN agar memperhatikan kesehatan.
Ia meminta pegawai tidak menganggap remeh kondisi kesehatan dan segera melakukan pemeriksaan apabila mengalami keluhan.
“Jangan anggap remeh kesehatan. Kalau sakit segera kontrol, perhatikan pola makan dan olahraga. Kesehatan juga menjadi bagian penting dalam menunjang produktivitas kita dalam bekerja,” pesannya.
Ferdinando menegaskan bahwa pembenahan birokrasi Maybrat membutuhkan komitmen bersama.
Pemerintah daerah, menurutnya, harus membangun budaya kerja yang disiplin, tertib administrasi, profesional, transparan dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Ia berharap seluruh ASN menjadikan arahan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan secara bertahap.
“Kalau kita ingin pemerintahan berjalan optimal, maka kita harus mulai dari diri sendiri. Disiplin, setia pada tugas, bekerja dengan integritas dan bertanggung jawab. Dari proses itulah kepercayaan dan prestasi akan datang,” pungkasnya(Ones).




komentar terbaru