Maybrat, Wabumpapua.Com — Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Maybrat menyalurkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita di sejumlah Posyandu se-Distrik Ayamaru Jaya, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung peningkatan status gizi masyarakat sekaligus mencegah terjadinya masalah gizi kurang dan mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Maybrat, khususnya di Distrik Ayamaru Jaya.
Pemberian makanan tambahan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian TP-PKK Kabupaten Maybrat dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Adapun penerima manfaat dalam kegiatan tersebut terdiri atas empat orang ibu hamil, 40 ibu menyusui, 15 bayi, 86 balita, serta enam anak yang mengalami stunting.
Program PMT tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang bagi ibu dan anak.
Bupati Maybrat Karel Murafer, SH., MA., menyampaikan apresiasi kepada TP-PKK, khususnya Pokja III, yang telah mengambil bagian dalam memberikan makanan tambahan kepada masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TP-PKK dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten Maybrat, terutama dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Tim Penggerak PKK, khususnya Pokja III, yang telah berperan aktif dalam mendukung program pemerintah melalui pemberian makanan tambahan bagi ibu dan anak,” ujar Karel.
Bupati menegaskan, pemberian makanan tambahan tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan pembagian makanan, tetapi juga harus menjadi sarana edukasi bagi para ibu dan keluarga mengenai pentingnya pola konsumsi makanan bergizi dan seimbang.
Ia mendorong agar keluarga memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu, bayi dan balita.
“Pemberian makanan tambahan bukan sekadar membagikan makanan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi para ibu tentang pentingnya menyajikan makanan bergizi dan seimbang, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang sehat, aman dan kaya nutrisi bagi bayi maupun balita,” katanya.
Karel berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh unsur terkait, mulai dari pemerintah distrik, kampung, kader Posyandu, tenaga kesehatan, TP-PKK hingga keluarga penerima manfaat.
Menurutnya, percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan bersama serta perhatian yang berkesinambungan terhadap pemenuhan gizi ibu dan anak.
“Upaya menurunkan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, PKK, tenaga kesehatan, kader Posyandu, keluarga dan masyarakat,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Maybrat berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi semakin meningkat sehingga dapat mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sekaligus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Maybrat;(Ones).




komentar terbaru