Kumurkek, wabumpapua. Com– Pemerintah Kabupaten Maybrat melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga secara resmi menyalurkan bantuan dana studi akhir kepada mahasiswa asal Kabupaten Maybrat yang saat ini sedang menyelesaikan pendidikan di berbagai perguruan tinggi. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Maybrat.
Bupati Maybrat, Karel Murafer, menyampaikan harapannya agar dana bantuan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya demi kelancaran studi para mahasiswa. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 2 miliar, bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua Barat Daya. Sebanyak 306 mahasiswa terdaftar sebagai penerima bantuan, dengan besaran bantuan sebesar Rp 6.535.000 per mahasiswa.
“Hari ini saya pastikan uang sudah masuk ke rekening masing-masing penerima. Saya sudah konfirmasi ke Badan Keuangan, dan proses pemindahbukuan sudah dilakukan. Ini adalah bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pendidikan tinggi,” tegas Bupati Karel, Selasa (30/9/2025).
Lebih lanjut, Bupati meminta agar mahasiswa tidak menyalahgunakan dana bantuan ini untuk hal-hal yang tidak sesuai tujuan.
“Jangan pakai untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Gunakan untuk selesaikan studi kalian. Kami pemerintah dan orang tua sangat menantikan kalian kembali untuk menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan di Maybrat,” pesannya.
Penerima bantuan wajib membuat laporan penggunaan dana dan menyerahkannya kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga. Ini sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana publik.
Bupati Murafer menekankan bahwa bantuan ini tidak hanya bersifat material, tapi juga bentuk dukungan moral dan spiritual dari pemerintah kepada mahasiswa Maybrat di seluruh Indonesia.
“Kami doakan kalian sukses, kembali ke daerah dengan ilmu, dan menjadi penggerak perubahan. Jangan sampai jadi mahasiswa abadi. Pemerintah akan terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Bupati.
Dengan tersalurkannya bantuan ini, pemerintah berharap ke depan akan lahir generasi muda Maybrat yang terdidik, tangguh, dan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya di Provinsi Papua Barat Daya.
Dalam keterangannya, Hendrik Frasawi menegaskan bahwa bantuan ini difokuskan kepada mahasiswa semester 7 ke atas yang sedang menyelesaikan skripsi atau tugas akhir. Sementara itu, bagi mahasiswa baru atau yang baru memulai studi, pembiayaan pendidikan tetap menjadi tanggung jawab keluarga masing-masing.
“Bantuan ini diberikan kepada mereka yang sedang berada di akhir masa studi. Mereka yang baru mulai kuliah atau masih dalam semester awal tidak termasuk dalam bantuan kali ini. Tujuannya adalah untuk mempercepat penyelesaian studi dan pengembalian sumber daya manusia ke daerah,” ujar Hendrik Frasawi.




komentar terbaru