Kumurkek, wabumpapua. com– Pemerintah Kabupaten Maybrat menerima secara resmi bantuan logistik dan peralatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai respon cepat terhadap kejadian bencana yang terjadi di beberapa titik wilayah Kabupaten Maybrat pada 18 September 2025 lalu.

Penyerahan bantuan ini berlangsung dalam sebuah seremoni resmi di hadapan Bupati Maybrat Karel Murafer, Wakil Bupati Ferdinando Solossa, Sekretaris Daerah, jajaran kepala OPD, serta para ASN. Bantuan diserahkan langsung oleh Direktur Hubungan Sumber Daya Darurat BNPB, Agus Riyanto, kepada Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Maybrat, Hosea Solosa, selaku penerima atas nama pemerintah daerah.

Berdasarkan Berita Acara Serah Terima (BAST) Nomor: BST/103/LOCK-MYBROT/D3/BNPB/09/2025, BNPB menyerahkan bantuan logistik dan peralatan sebagai berikut:
Tenda pengungsi: 2 unit,Perahu polietilen beserta mesin: 2 unit, Matras: 200 pcs,Selimut: 200 pcs,Paket sembako: 300 paket,Gergaji mesin: 3 unit,Motor trail: 1 unit (dalam perjalanan pengiriman.

Bantuan ini memiliki nilai total sebesar Rp407.161.316, yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB Tahun Anggaran 2025.

Dalam sambutannya, Agus Riyanto menjelaskan bahwa bantuan ini masih berstatus Barang Milik Negara (BMN) dan akan segera diproses menjadi aset milik daerah melalui prosedur hibah kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat, dalam hal ini BPBD Maybrat.

“Kami harap bantuan ini bisa segera digunakan secara maksimal dalam penanganan darurat bencana dan pemulihan di wilayah terdampak. Kami juga akan bantu proses administrasi hibah agar aset ini sah menjadi milik daerah,” ujarnya.

Bupati Maybrat, Karel Murafer, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BNPB atas kepedulian dan respon cepat dalam menangani bencana di wilayah Maybrat. Ia juga meminta seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.

“Kita tidak tahu kapan bencana datang, tapi kita harus siap. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada BNPB yang sudah hadir untuk membantu masyarakat Maybrat,” tutur Bupati Maybrat, selasa (30/9/2025).

Ia menekankan bahwa barang-barang yang telah diterima harus digunakan tepat sasaran, serta dijaga dan dirawat dengan baik, karena merupakan aset negara yang penting dalam penanganan darurat di kemudian hari.

Dalam penutup, pihak BNPB juga mengingatkan bahwa Indonesia, khususnya wilayah Papua Barat Daya, sangat rentan terhadap berbagai jenis bencana alam seperti banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, kolaborasi antarinstansi, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil sangat diperlukan.

“Mari kita saling jaga, saling peka, dan saling mendukung. Penanggulangan bencana bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Kita harus terus membangun budaya tangguh bencana,” kata Agus Riyanto.

Pemerintah Kabupaten Maybrat berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas BPBD serta meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dalam hal mitigasi dan penanggulangan bencana secara berkelanjutan.