Maybrat, wabumpapua.com— Masyarakat Kampung Seya dan Kampung Rufases di Distrik Mare, Kabupaten Maybrat, menyampaikan keprihatinan atas belum difungsikannya Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Pustu) yang dibangun di wilayah mereka.
Bangunan Pustu tersebut telah rampung sejak tahun 2022, namun hingga kini belum dapat dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan karena masalah tanggung jawab kontraktor dan penyelesaian administrasi proyek.

Menurut keterangan Melkianus Nauw, selaku pengawas lapangan pembangunan Pustu Seya, gedung tersebut dibangun menggunakan anggaran tahun 2022, tetapi pihak kontraktor pelaksana meninggalkan sejumlah tanggungan, termasuk pembayaran untuk pekerjaan pematangan lokasi, pengadaan material, serta honor pengawas lokal di lapangan.

“Sangat disayangkan, gedung Pustu sudah dibangun tapi sampai sekarang belum difungsikan. Kontraktor meninggalkan utang dan tidak menyelesaikan tanggung jawabnya. Akibatnya, pelayanan kesehatan di kampung ini terpaksa dilakukan di rumah warga,” ujar Melkianus Nauw di Mare, jumat (17/10/2025).

Selama ini, petugas kesehatan di Kampung Seya dan Rufases terpaksa menggunakan rumah warga yang dipinjam sementara sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat.
Bahkan, pelayanan dan kunjungan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat pun sering dilakukan di luar gedung, karena bangunan Pustu tidak bisa digunakan.

Melkianus juga menyampaikan apresiasi kepada Donce Nauw, salah satu tenaga kesehatan wilayah Mare, yang sebelumnya telah menyuarakan hal serupa.
Ia berharap pemerintah daerah, melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Maybrat, segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan permasalahan keuangan dan tanggung jawab kontraktor, agar fasilitas tersebut segera difungsikan.

“Kami berharap pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan segera turun tangan. Jika masalah utang piutang ini diselesaikan, Pustu bisa segera dibuka dan masyarakat bisa menikmati pelayanan kesehatan yang layak,” tegas Melkianus.

Lebih lanjut, masyarakat di Kampung Seya dan Rufases juga mengeluhkan kondisi tempat tinggal sementara tenaga kesehatan yang kini mulai did desak oleh pemilik rumah agar dikembalikan.
Hal ini membuat warga khawatir pelayanan kesehatan akan terganggu jika tidak ada langkah cepat dari pemerintah.

“Kami mohon perhatian pemerintah agar membantu kami, terutama menyediakan tempat yang layak bagi petugas kesehatan. Rumah warga yang digunakan sementara juga sudah diminta kembali oleh pemiliknya,” ungkap salah satu warga Kampung Seya.

Masyarakat berharap agar Pustu Seya dan Rufases dapat segera difungsikan demi mendukung pelayanan kesehatan dasar di Distrik Mare, sehingga kebutuhan masyarakat terhadap layanan medis dapat terpenuhi tanpa harus menunggu lebih lama lagi.