Sorong, wabumpapua.com — Dalam semangat kasih Kristus dan kerinduan memperkuat kesatuan tubuh Kristus di Tanah Papua, Komunitas Pendoa Syafaat Visiun Athena bersama sejumlah hamba Tuhan dan jemaat lintas denominasi menggelar Ibadah Penyatuan dan Kesatuan Gereja di Papua dan Gereja di Israel, yang berlangsung serentak di Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, dan Kabupaten Maybrat, pada Sabtu, 18 Oktober 2025 pukul 15.00 WIT.

Kegiatan rohani ini merupakan bagian dari gerakan doa profetik Visiun Athena, yang berakar dari pengalaman rohani pada 31 Januari 1985 di Athena, Yunani, ketika Tuhan Yesus menyampaikan pesan ilahi tentang pentingnya umat Tuhan berdoa bagi Israel. Gerakan ini kemudian diteruskan melalui pelayanan Gereja Kristus Jemaat Anak Domba di Gunung Sion – Yerusalem, dan Komunitas Mesianik “Tubuh Kristus”, yang berdiri sejak 18 Maret 1994.

Di Kabupaten Sorong Selatan, ibadah dilaksanakan di Gedung GPdI Jemaat Tersina dengan pembicara utama Pdt. Jhonatan Tanati, serta dipimpin oleh Pdt. Stenly Soni Boroni, S.Th (Ketua) dan Pdt. Yohan Tanati (Sekretaris).
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Nebrianus Kambuaya, selaku Penanggung Jawab Pelayanan Visiun Athena di Tanah Papua – Indonesia.

Sementara di Kota Sorong, ibadah serupa digelar di Rumah Doa Abraham dengan pembicara utama Pnt. Dominggus Rahayanan, dihadiri oleh tokoh-tokoh rohani dan jemaat lintas denominasi. Dukungan pelayanan juga datang dari Bapak Minggus Rahayanan sebagai bagian dari gerakan bersama umat Tuhan di wilayah Sorong Raya.

Di wilayah lainnya, ibadah juga berlangsung secara serentak: Provinsi Papua Barat dipimpin oleh Pdt. Sartika Jumame bersama para hamba Tuhan.

Provinsi Papua Barat Daya dilayani oleh Pdt. Yumani dan Sulaiman Revo, yang mewakili lebih dari 10.000 pendeta dan pendoa yang turut ambil bagian dalam gerakan doa ini.

Tema ibadah diambil dari Kejadian 12:3, “Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau; dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”

Pesan ini diteguhkan melalui firman Tuhan Yesus dalam visiun di Athena tahun 1985: “Mengapa engkau berdoa hanya untuk dirimu sendiri, keluargamu, dan bangsamu? Mengapa engkau tidak berdoa bagi umat-Ku Israel? Tidakkah engkau tahu bahwa apabila umat-Ku Israel bertobat dan percaya kepada-Ku, maka engkau, keluargamu, dan bangsamu akan Aku berkati bersama-sama dengan umat-Ku Israel.”

Inilah dasar panggilan rohani pelayanan Visiun Athena: “Berdoalah bagi umat-Ku Israel, maka Aku akan memberkati engkau, keluargamu, dan bangsamu bersama-sama dengan umat-Ku Israel.”

Dalam pesannya, Pdt. Stenly Soni Boroni, S.Th menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ibadah seremonial, tetapi gerakan spiritual lintas gereja dan lintas wilayah untuk memperkuat hubungan rohani antara Gereja di Papua dan Gereja di Israel.

“Doa bagi Israel bukan hanya untuk mereka, tetapi juga untuk kita sendiri. Ketika kita memberkati Israel, Tuhan juga memberkati keluarga, bangsa, dan tanah kita,” ujarnya.

Sementara itu, Nebrianus Kambuaya menyampaikan bahwa gerakan doa bagi Israel merupakan panggilan Tuhan bagi Gereja di Tanah Papua untuk menjadi menara doa bagi bangsa-bangsa.

“Papua dipanggil Tuhan menjadi menara doa bagi bangsa-bangsa. Ketika umat Tuhan di sini berdoa bagi Israel, berkat Tuhan juga akan mengalir bagi Tanah Papua dan seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa tanggal 31 Januari dan 18 setiap bulan memiliki makna rohani penting dalam sejarah gerakan Visiun Athena, dan menjadi penanda waktu doa bersama yang terus dilaksanakan oleh umat Tuhan di berbagai provinsi di Tanah Papua.

“Kita telah berjalan 40 tahun 10 bulan sejak visi itu diterima pada 31 Januari 1985. Mari kita terus bersatu mengawal panggilan ini dan melanjutkan doa bagi Israel serta bagi bangsa-bangsa,” pesannya.

Melalui ibadah serentak ini, umat Kristen di Papua diingatkan untuk tidak hanya berdoa bagi kepentingan pribadi atau daerah, tetapi juga membuka hati bagi rencana keselamatan global yang dimulai dari Israel.
Gerakan doa ini menjadi momentum penting untuk mempererat kesatuan rohani antara Gereja di Papua dan Gereja di Israel, sebagai satu tubuh Kristus yang hidup untuk memberkati dunia.

📍 Acara: Ibadah Penyatuan dan Kesatuan Gereja di Papua dan Gereja di Israel
📅 Tanggal: Sabtu, 18 Oktober 2025
🕒 Waktu: 15.00 WIT
🏠 Tempat:

Gedung GPdI Jemaat Tersina, Sorong Selatan,Rumah Doa Abraham, Kota Sorong dan Kabupaten Maybrat

Provinsi Papua Barat dan Papua
🎙️ Pembicara: Pdt. Jhonatan Tanati, Pnt. Dominggus Rahayanan

👥 Nebrianus kambuaya selaku penanggungjawab Pelayanan Visiun Athena Di Tanah Papua – Indonesia.

📖 Tema: “Berdoalah bagi umat-Ku Israel, maka Aku akan memberkati engkau dan keluargamu serta bangsamu bersama-sama dengan umat-Ku Israel.”