Manokwari ,wabumpapua.com— Tokoh pekabar Injil dan pendidik yang berjasa besar bagi Tanah Papua, Pdt. Izaak Samuel Kijne, meninggalkan pesan profetik yang hingga kini masih menggema di hati masyarakat Papua. Dalam salah satu pernyataannya yang kini sering dikutip, Kijne menyampaikan keyakinan yang mendalam tentang masa depan tanah dan bangsa Papua, serta tanggung jawab besar untuk membangun manusia dengan kasih dan kebenaran.
“Saya pulang dengan keyakinan bahwa tanah dan bangsa Papua akan dikuasai oleh mereka yang mempunyai kepentingan politik atas segala kekayaan dari hasil tanah itu. Tetapi mereka tidak akan membangun manusia Papua dengan kasih sayang,” demikian salah satu pernyataan legendaris Kijne.
“Sebab kebenaran dan keadilan akan diputarbalikkan serta banyak hal baru yang akan membuat orang Papua menyesal. Tetapi itu bukan maksud Tuhan, karena itu keinginan manusia,” tegasnya.
Pdt. Izaak Samuel Kijne dikenal sebagai seorang guru, misionaris, dan tokoh pendidikan Kristen yang menanamkan nilai-nilai iman, ilmu, dan karakter kepada generasi Papua sejak masa awal pelayanan di Tanah Papua pada awal abad ke-20. Ia memandang bahwa pembangunan sejati tidak semata-mata pada kekayaan alam, tetapi pada pembangunan manusia Papua yang beriman, berilmu, dan berakhlak.
Kijne mengingatkan bahwa tanpa kasih, keadilan, dan kebenaran, setiap bentuk pembangunan akan kehilangan maknanya. Pesan tersebut kini dianggap sebagai nubuatan moral bagi generasi Papua modern agar tidak melupakan akar nilai rohani dan kemanusiaan dalam menghadapi arus perubahan zaman.
Lebih dari sekadar kata-kata, pesan Kijne menjadi refleksi mendalam bagi pemimpin, gereja, dan masyarakat Papua untuk membangun dengan hati, bukan dengan ambisi. Dalam konteks masa kini, di tengah berbagai dinamika sosial, politik, dan ekonomi, pesan tersebut mengingatkan agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada hasil materi, melainkan juga pada pemberdayaan dan kasih terhadap sesama.
Kijne percaya bahwa rencana Tuhan atas Papua adalah rencana yang penuh kasih dan keadilan. Karena itu, tugas setiap generasi adalah melanjutkan karya pelayanan dan pendidikan yang menumbuhkan karakter, iman, serta persaudaraan sejati di antara semua anak bangsa.
Warisan pemikiran dan iman Pdt. Izaak Samuel Kijne terus menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan, gereja, dan masyarakat Papua hingga kini. Pesannya tentang kasih, kebenaran, dan keadilan tetap relevan — menegaskan bahwa kemajuan sejati Papua hanya dapat terwujud jika manusia Papua dibangun dengan kasih Tuhan.




komentar terbaru