Maybrat, WabumPapua.com —
Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Teofani, umat Kristen dan masyarakat A3 (Aitinyo, Aifat, Ayamaru) di Kabupaten Maybrat menggelar Ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dengan penuh sukacita dan kekhidmatan, Minggu (19/10/2025), bertempat di Alun-Alun Faitmayaf, Jalan Susumu K-Ayawasi No. 01, Kampung Faitmayaf, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya.
Dengan mengangkat tema “Hendaklah kamu sehati, sepikiran, di dalam kasih”, ibadah KKR ini dipimpin oleh Pastor Yhon Bunay dan diikuti sekitar 250 jemaat dari berbagai denominasi gereja serta kalangan masyarakat A3.
Kegiatan rohani ini turut dihadiri berbagai tokoh penting dari unsur pemerintahan, gereja, akademisi, dan masyarakat adat, di antaranya:
Elisa Kambu, S.Sos – Gubernur Papua Barat Daya,Karel Murafer, SH., MA – Bupati Maybrat,Yakob Karet, M.Si – Sekda Provinsi Papua Barat Daya,Pdt. Herman Saud, M.Th,Prof. Dr. Baltasar Kambuaya, MBA,Prof. Dr. Ir. Sepus Fatem, S.Hut., M.Si,Origenes Nauw, S.Pd – pembawa materi Teofani,Dr. Felix Duwit, M.Ph – Dokter Spesialis Penyakit Dalam,Agustinus R. Kambuaya, S.IP., SH – Anggota DPD RI Dapil Papua Barat Daya,Ferdinando Salosa, SE – Wakil Bupati Maybrat,Ferdinandus Taa, SH., M.Si – Sekda Kabupaten Maybrat,Letkol Inf Afrianto Doly, S.M., M.Si – Dandim 1809/Maybrat,Kompol Ruben O. Kbarek, S.Ik – Kapolres Maybrat, adir pula para ketua klasis se-wilayah A3, pimpinan OPD, kepala distrik, dan tokoh masyarakat.
Kegiatan dimulai pukul 13.00 WIT dengan puji-pujian dan doa syukur, dilanjutkan dengan ibadah utama yang dipimpin oleh Pastor Jhon Bunay dan Pdt. Ev. Sefanya Yeuwun.
Dalam khotbahnya, para hamba Tuhan menekankan pentingnya kesatuan hati dan kasih di tengah keberagaman, serta mengajak umat untuk meneladani kasih Kristus sebagai dasar dari peristiwa Teofani.
Momentum menjelang HUT ke-74 Teofani menjadi waktu refleksi iman bagi masyarakat A3 untuk mengenang peristiwa rohani tahun 1951, ketika Allah menampakkan kasih dan terang-Nya di Tanah Maybrat.
Pastor Jhon Bunay menjelaskan, kata Teofani berasal dari bahasa Yunani — Theos (Allah) dan Phaino (menyatakan diri).
Peristiwa itu menandai perubahan besar dalam sejarah iman, pendidikan, dan kebudayaan masyarakat A3: dari kehidupan adat tradisional menuju pengenalan akan Kristus.
“Teofani bukan sekadar nostalgia masa lalu, tetapi panggilan untuk hidup benar di masa kini.
Iman sejati harus diwujudkan dalam karya nyata,” tegas Pastor Bunay.
Perayaan Teofani ke-74 membawa pesan kuat bagi seluruh umat di Tanah A3: iman yang mengakar, harapan yang berkobar, dan kasih yang mempersatukan.
Dalam refleksi penutup, para pelayan Tuhan menyerukan:
“Mari kita rawat iman seperti akar yang kokoh, kobarkan harapan seperti api yang tak padam,
dan jalani hidup dalam kasih seperti matahari yang terus terbit di ufuk Maybrat.
Teofani bukan cerita, tetapi cara hidup.”
Semangat itu diwujudkan dalam semboyan rohani A3, “Nehaf Sau Bonot Sau”, yang berarti Satu Hati, Satu Komitmen.
KKR Teofani 2025 merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Teofani ke-74, yang dimulai dengan seminar sehari pada Sabtu, 18 Oktober 2025, dan akan mencapai puncaknya pada Selasa, 21 Oktober 2025 di Kumurkek, ibu kota Kabupaten Maybrat.
Peringatan ini bertujuan mempererat persatuan dan memperkuat spiritualitas masyarakat Maybrat, dengan melibatkan berbagai unsur gereja, pemerintah, dan masyarakat adat.
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menekankan pentingnya menjaga hukum kasih dan nilai persaudaraan Teofani sebagai fondasi membangun Papua Barat Daya.
Sementara Bupati Karel Murafer dan Wakil Bupati Ferdinando Salosa mengajak masyarakat menjadikan peringatan Teofani sebagai momentum memperkuat iman dan semangat pelayanan di tengah tantangan zaman.
Melalui semangat kasih, persatuan, dan pelayanan yang tulus, generasi A3 diharapkan terus menjadi saksi Kristus yang membawa damai dan terang Injil di Tanah Papua — dari Maybrat hingga ujung bumi.
Perayaan Teofani ke-74 bukan hanya mengenang sejarah iman, tetapi juga meneguhkan panggilan untuk hidup sebagai terang bagi bangsa dan kemuliaan Tuhan.




komentar terbaru