Maybrat,wabumpapua.com— Dalam suasana penuh hadirat Tuhan, umat Tuhan di Bumi A3 Maybrat menggelar ibadah bertajuk “Generasi Emas Visiun Athena” di Rumah Doa Abraham Aitinyo, Senin (20/10). Ibadah ini menjadi momentum rohani penting bagi kebangkitan gereja dan penyatuan tubuh Kristus di Tanah Papua.

Ibadah dipimpin oleh Pdt. Stenangkuw, S.Th, dengan dasar firman dari Matius 15:21–28 yang mengisahkan iman perempuan Kanaan — teladan iman yang besar, rendah hati, dan pantang menyerah dalam mengejar berkat Tuhan. Firman ini disampaikan dengan penuh kuasa dan pengurapan Roh Kudus, menggerakkan umat untuk memperdalam iman dan pengharapan di tengah proses kehidupan yang Tuhan ijinkan.

Ibadah ini turut dihadiri oleh 11 Gembala Sidang dari GPdI Kota Sorong dan Kabupaten Sorong, yang bersama umat memberikan dukungan rohani bagi pelayanan Visiun Athena yang terus dikerjakan di Tanah Papua.

Dalam khotbah profetiknya, Pdt. Stenangkuw menyampaikan pesan ilahi yang kuat:

“Kebangkitan saudara-saudara non-Papua akan membuat A3 cemburu, tetapi ini bukan kecemburuan manusia, melainkan kecemburuan ilahi yang mendorong Papua untuk bangkit, maju, dan masuk dalam rencana besar Allah.”

Pesan ini didasarkan pada Roma 11, di mana Rasul Paulus menulis bahwa bangsa-bangsa lain diberkati untuk membuat Israel cemburu dan kembali kepada Tuhan. Demikian pula, kebangkitan bangsa-bangsa lain hari-hari ini menjadi panggilan bagi umat Tuhan di Papua untuk dibangkitkan dalam semangat baru dan visi rohani yang besar.

Lebih lanjut, Pdt. Stenangkuw menegaskan bahwa seluruh pelayanan Visiun Athena berdiri di atas janji dan rencana kekal Elohim. Firman dalam Kejadian 12:3 menjadi dasar profetik utama bahwa berkat Abraham akan menjangkau seluruh bangsa, dan aliran berkat itu kini bermuara dalam penggenapan Visiun Athena di Tanah Papua, Indonesia, dan bangsa-bangsa.

Firman lainnya dari Yesaya 55:11 meneguhkan bahwa setiap perkataan Elohim tidak akan kembali dengan sia-sia, dan Ibrani 1:3 menyatakan bahwa Yesus Kristus sendiri menopang segala sesuatu, termasuk Visiun Athena yang sedang Tuhan kerjakan di Papua.

Dalam pesan profetik lanjutan, dijelaskan bahwa masa depan Papua telah terbungkus dalam janji Elohim sebagaimana tertulis dalam Kejadian 12:3a, dan penggenapan visi tersebut bermuara pada Visiun Athena yang diresmikan pada 31 Januari 1985, dengan panggilan utama:

“Berdoa bagi pertobatan dan keselamatan bangsa Israel.”

Selain itu, peristiwa 18 Maret 1994 menjadi tonggak sejarah penting bagi kesatuan dan penyatuan tubuh Kristus antara gereja di Israel dan Papua — simbol persekutuan rohani yang melampaui batas wilayah dan bangsa, dalam satu tubuh Kristus yang universal.

Melalui ibadah Generasi Emas Visiun Athena di Rumah Doa Abraham ini, umat Tuhan diingatkan bahwa setiap proses ilahi yang sedang terjadi merupakan bagian dari rencana besar Elohim untuk membangkitkan gereja di Tanah Papua. Tujuan akhirnya adalah kesatuan tubuh Kristus, di mana gereja-gereja di Papua berdiri bersama gereja-gereja di seluruh dunia untuk memuliakan Tuhan.

Penanggungjawab Pelayanan Visiun Athena di Tanah Papua – Indonesia
Nebrianus Kambuaya