Sorong, wabumpapua. Com— Penanggungjawab Pelayanan Visiun Athena di Tanah Papua – Indonesia, Nebrianus Kambuaya, menyampaikan ucapan syukur kepada Elohim Israel dalam nama Yeshua Hamasiakh (Yesus Kristus), atas karya Roh Kudus yang menyatukan gereja-gereja di Papua ke dalam komunitas mesianik sebagaimana tertulis dalam Roma 11.
Menurut Nebrianus, melalui pelayanan Visiun Athena, umat di Tanah Papua kini dapat “tercangkok” dan terhubung dalam Tubuh Kristus, yang menjadi gambaran kesatuan rohani antara bangsa-bangsa dengan Israel.
“Syukur kepada Elohim Israel, melalui Visiun Athena kami bisa tersambung dalam komunitas mesianik dan bersatu sebagai sahabat pelayanan di dalam Tubuh Kristus,” ujar Nebrianus dalam pernyataannya di Sorong.
Nebrianus mengisahkan, dua gembala senior dari Jemaat Anak Domba di Bukit Sion, Yerusalem, yakni Pdt. Benjamin Berger dan Pdt. Reuven Berger, telah tiga kali menginjakkan kaki di Tanah Papua. Kunjungan ini, katanya, merupakan bagian dari hubungan rohani antara Visiun Athena dan MOU Gereja GIDI di Tanah Papua, yang menegaskan panggilan Papua dalam rencana besar Kerajaan Surga.
“Dua hamba Tuhan ini melayani hampir 50 meter dari tempat terjadinya pencurahan Roh Kudus (Pentakosta). Ini tanda bahwa Papua memiliki masa depan yang pasti dalam kerajaan sorga,” ungkap Nebrianus.
Ia menegaskan bahwa foto dan peristiwa-peristiwa pelayanan tersebut merupakan mandat dan tugas rohani bagi umat Tuhan di Papua, sebagaimana tertulis dalam Ulangan 10:8–9 tentang suku Lewi yang dipilih untuk melayani Tuhan dan memberkati umat dalam nama Elohim Israel.
Dalam pesannya, Nebrianus juga menegur dengan kasih agar gereja-gereja di Papua tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan bersatu dan kembali kepada akar iman yang benar — yaitu kasih kepada Israel dan kesadaran bahwa berkat rohani yang dinikmati gereja bersumber dari bangsa pilihan itu.
“Apakah gereja di Papua mau membangun kebenarannya sendiri? Roma 11:25–27 dan Roma 10:1–3 mengingatkan agar kita sadar dan mengaku bahwa kita berdosa. Kita menikmati harta rohani orang Yahudi, tetapi lupa akan pemiliknya. Mari bertobat dan kembali kepada akar iman itu,” tegasnya.
Nebrianus mengajak seluruh umat Kristen di Papua Barat Daya untuk melaksanakan isi Roma 15:25–27 — yaitu melayani dengan kasih, berdoa bagi umat Israel, dan menjadikan Visiun Athena sebagai “pesawat rohani” menuju Yerusalem Baru.
“Visiun Athena adalah alat Tuhan bagi Papua untuk terbang menuju Yerusalem Baru. Ini bukan sekadar pelayanan, tapi panggilan profetik bagi setiap orang yang siap bekerja untuk Kristus,” tutup Nebrianus Kambuaya.




komentar terbaru