Sorong, wabumpapua.com— Penanggungjawab Pelayanan Visiun Athena di Tanah Papua – Indonesia, Nebrianus Kambuaya, menyampaikan pesan profetik bagi rakyat Papua dan seluruh orang percaya di Indonesia. Pesan tersebut menekankan pentingnya ketaatan, kesetiaan, dan iman kepada Elohim Israel melalui Yesus Kristus, serta panggilan bagi gereja untuk hidup dalam kepenuhan Roh Kudus dan kembali pada kebenaran Sion dan Yerusalem sebagai pusat kerajaan damai.

Dalam pesannya, Nebrianus Kambuaya menegaskan bahwa berkat dan rencana besar Tuhan bagi bangsa Israel sebagaimana tertulis dalam Kejadian 12:3 juga akan dinyatakan kepada bangsa-bangsa yang “tercangkok ke dalam akar dan pohon zaitun.”

“Elohim Israel memberkati mereka yang taat, setia, dan percaya dalam nama Yesus Kristus. Kebenaran dan keadilan akan terus dinyatakan bagi setiap keluarga, suku, dan bangsa yang hidup dalam akar kebenaran itu,” ujar Nebrianus.

Nebrianus menjelaskan bahwa Visiun Athena merupakan pesan profetik yang pertama kali diwartakan pada 31 Januari 1985 hingga 18 Maret 1994, sebagai bagian dari panggilan besar untuk menggenapi Amanat Agung Kristus di Tanah Papua.

Menurutnya, puncak perjalanan pelayanan ini terjadi pada penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) Gereja di Gunung Sion, Yerusalem, pada 20 November 2006, yang disebut sebagai “muara berkat” bagi kebangkitan rohani di Tanah Papua.

Lebih lanjut, Nebrianus menegaskan bahwa Papua Barat Daya memiliki peran penting sebagai “pintu masuk” berbagai tantangan rohani dan moral di masa kini. Karena itu, ia menyerukan agar gereja-gereja di Papua bangkit, bersatu, dan memandang kepada Sion sumber keselamatan dan kedamaian sejati yang datang dari Tuhan.

“Keluputan hanya ada di Sion. Sion akan menjadi pusat kerajaan damai. Dunia tidak akan damai tanpa pertobatan, sebab Yesus Kristus datang memberitakan Injil dengan seruan: ‘Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat,’” tegasnya sambil mengutip kitab Yesaya, Mikha, dan Obaja.

Lebih jauh, Nebrianus menggambarkan Visiun Athena sebagai “titik perjalanan rohani” menuju Yerusalem Baru, simbol dari Kerajaan Seribu Tahun Damai yang dijanjikan Tuhan bagi umat-Nya.

Ia mengajak seluruh denominasi gereja di Papua dan Indonesia untuk bersatu dalam doa bagi pertobatan dan pemulihan bangsa Israel, karena berkat Tuhan akan mengalir kepada bangsa-bangsa yang mengasihi Israel.

“Visiun Athena adalah cahaya yang menerangi Papua di tengah kegelapan. Sorga sedang memantau gereja-gereja di Papua — siapa yang menyambut kabar baik dari Yerusalem, berdoa bagi Israel, dan hidup dalam kesatuan hati serta Roh Kudus,” pungkas Nebrianus Kambuaya.