Maybrat, wabumpapua.com — Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) di Kampung Mampura, Distrik Ayamaru Utara Timur, Kabupaten Maybrat, Kamis (20/11/2025).
Pembukaan tersebut turut dihadiri Bupati Maybrat Karel Murafer, Sekretaris Pusat GSJA, anggota MRPD, Kapolres Maybrat, serta para pimpinan OPD.
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menekankan bahwa Rakerda tidak boleh dipandang sebagai sekadar forum organisasi, tetapi sebagai momen perjumpaan umat dengan Tuhan. Ia menegaskan bahwa seluruh keputusan penting yang lahir melalui sidang harus didasarkan pada kehendak Tuhan.
“Kita datang bukan untuk menunjukkan siapa yang hebat, tetapi untuk berserah, membuka diri, dan memberi kesempatan Tuhan bekerja. Semua keputusan yang lahir di tempat ini harus datang dari Tuhan,” tegasnya.
Gubernur menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh peserta. Pertama, ia mengingatkan bahwa Rakerda adalah ruang pembelajaran bersama—untuk saling menguatkan, mendoakan, dan bertukar pengalaman pelayanan, sekaligus memperkuat tekad memenangkan lebih banyak jiwa bagi Tuhan.
“Gereja bisa punya banyak gembala dan banyak gedung, tapi kalau tidak ada anggota baru, maka kita tidak bertumbuh,” ujarnya.
Kedua, Rakerda merupakan momentum untuk mengevaluasi diri. Ia menekankan bahwa evaluasi bukan untuk saling menyalahkan, tetapi untuk memperbaiki kualitas pelayanan gereja demi kemandirian dan pertumbuhan umat.
“Kita harus jujur mengakui kekurangan dan memperbaikinya demi kemajuan gereja yang mandiri dan bertumbuh.”
Ketiga, Gubernur mengingatkan pentingnya umat Tuhan menunjukkan identitas kekristenan melalui perilaku sehari-hari, kejujuran, dan kehidupan yang takut akan Tuhan.
“Agama tidak menyelamatkan. Yang menyelamatkan kita adalah iman dan bagaimana kita menghidupi nilai-nilai firman Tuhan.”
Dalam pidatonya, Gubernur Elisa Kambu juga menyinggung perjalanan panjang terbentuknya Provinsi Papua Barat Daya. Ia menegaskan bahwa provinsi ini hadir bukan karena kebetulan, melainkan bagian dari rencana Tuhan.
Ia menjelaskan bahwa tujuan kehadiran provinsi ini bukan hanya tentang jabatan atau kepentingan politik, tetapi untuk mempersiapkan generasi Papua yang lebih hebat, sehat, dan produktif.
“Tuhan tidak pernah salah. Provinsi ini ada karena rencana Tuhan. Tugas kita adalah menghadirkan generasi yang lebih hebat dari kita.”
Gubernur juga mengingatkan umat agar hidup sesuai ajaran firman Tuhan. Ia menegur perilaku yang sering kali tidak sejalan dengan pengajaran gereja dan mengajak jemaat untuk introspeksi diri.
“Jangan bicara Tuhan tapi kelakuan jahat. Kita semua harus kembali tertib — laki-laki, perempuan, anak muda. Rumah kita adalah bait Tuhan.”
Ia menyoroti pentingnya pendidikan anak Papua sebagai prioritas utama. Persiapan generasi unggul, katanya, harus dimulai sejak dalam kandungan. Ia juga menegaskan perlunya memperbaiki ketahanan keluarga dan mengajak orang tua kembali membangun rumah tangga yang sehat, tertib, dan bertanggung jawab.
“Kalau mau generasi hebat, orang tuanya harus tertib dan jujur. Perempuan dan laki-laki harus jalankan tanggung jawab masing-masing.”
Menutup sambutannya, Gubernur mengutip Mazmur 133 sebagai pesan persatuan dan kerukunan:
“Alangkah indahnya jika kita hidup rukun. Di sanalah Tuhan memerintahkan berkat.”
Gubernur Elisa Kambu mengajak seluruh peserta Rakerda II GSJA untuk menjadi mitra pemerintah dalam membangun Papua Barat Daya yang maju, rukun, dan diberkati.




komentar terbaru