Sorong, wabumpapua.com — Sekretaris KAPP Provinsi Papua Barat Daya, Jufri Sony Kambuaya, menyampaikan pandangan resmi terkait dinamika internal dan dualisme kepemimpinan yang akhir-akhir ini muncul di tubuh Kerukunan Anak Pesisir Pantai (KAPP) Papua Barat Daya. Ia menegaskan bahwa seluruh polemik tersebut telah diputuskan melalui mekanisme organisasi yang sah di tingkat pusat.
Jufri menjelaskan bahwa selama beberapa bulan terakhir terjadi perbedaan pandangan yang melahirkan beberapa versi kepemimpinan di daerah, yaitu kelompok Thomas Baru, kelompok Nikodemus Atanay, serta kubu Roymondus Nauw. Dinamika ini mulai menguat sejak pelaksanaan konferensi sekitar empat bulan lalu yang menurutnya berlangsung cukup alot dan meninggalkan sejumlah perbedaan tafsir di kalangan anggota.
Jufri menegaskan bahwa pada 23 November 2025, pihaknya telah menerima Surat Keputusan (SK) resmi dari pimpinan KAPP Pusat, Musa Haluk, SE., MM., yang menetapkan Roymondus Nauw sebagai Ketua KAPP Provinsi Papua Barat Daya. SK tersebut diterbitkan berdasarkan penilaian dan keputusan final organisasi di tingkat pusat.
“Dengan SK yang kami terima hari ini, Roymondus Nauw dinyatakan sebagai ketua yang sah dan berhak untuk segera dilantik,” tegas Jufri Kambuaya, minggu (23/11/2023).
Ia menyebut bahwa polemik yang sempat mencuat melibatkan beberapa figur seperti Remusno, Nixon Natanai, dan pihak lainnya. Namun Jufri menekankan bahwa seluruh dinamika tersebut telah dikembalikan kepada pengurus pusat untuk dikaji sesuai aturan organisasi.
Jufri memaparkan bahwa sebelumnya Dewan Kehormatan KAPP telah menggelar sidang di Sentani, Jayapura, yang menghasilkan sejumlah keputusan dan kewajiban administratif yang harus dipenuhi oleh kandidat ketua terpilih. Namun karena salah satu pihak tidak melaksanakan kewajiban tersebut dalam waktu yang diberikan—yakni satu minggu—maka keputusan akhir diserahkan kembali kepada pengurus pusat.
“Pimpinan pusat melalui Sekjen Musa Haluk telah menetapkan dan menandatangani SK bagi saudara Roymondus Nauw. Itu artinya, proses pelantikan hari ini adalah mandat resmi organisasi,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jufri mengajak seluruh pemuda asli Papua yang berada di Papua Barat Daya untuk tetap menjaga persatuan dan mendukung proses pelantikan ketua yang telah ditetapkan.
Ia menekankan bahwa KAPP merupakan wadah penting untuk mengembangkan potensi generasi muda Papua, sehingga seluruh proses organisasi harus dijaga dengan baik dan tidak boleh terpecah oleh perbedaan internal.
Menanggapi adanya pihak yang tidak sependapat dengan keputusan pusat, Jufri meminta agar keberatan tersebut disalurkan melalui mekanisme hukum maupun jalur organisasi yang resmi.
“Jika ada yang merasa keberatan secara administratif, silakan menguji melalui jalur organisasi atau jalur hukum. Jika pada akhirnya kami dinyatakan tidak memenuhi syarat, kami siap menerima keputusan pimpinan pusat, termasuk jika harus diganti dengan plt sesuai regulasi,” ujarnya.
Jufri menegaskan bahwa pelantikan Ketua KAPP Papua Barat Daya akan tetap digelar sesuai jadwal dan dilakukan secara profesional, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap organisasi dan generasi muda Papua.




komentar terbaru