Maybrat, wabumpapua.com— Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Klasis GKI Aitinyo melaksanakan Rapat Kerja (Raker) III Tahun 2025 yang berlangsung di Gereja GKI Jemaat Efata Aitinyo, Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, pada Senin, 8 Desember 2025.

Rapat kerja ini mengusung tema:
“Kasih Kristus mengerjakan kemandirian gereja mewujudkan keadilan, perdamaian dan kesejahteraan” yang bersumber dari 2 Korintus 5:18–19 dan Mazmur 72:2–3.

Adapun subtema yang diangkat adalah:
“Kasih Kristus mendorong kita hidup dalam kepedulian terhadap sesama dan alam sekitar demi mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan Gereja dan dunia.”

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua III Sinode GKI di Tanah Papua, unsur Pemerintah Kabupaten Maybrat, intelektual Aitinyo Raya, Kapolsek Aitinyo, Danramil Aitinyo, pengurus PESWE Provinsi Papua Barat Daya, pengurus PESWE Kabupaten Maybrat, serta perwakilan seluruh jemaat di lingkungan Klasis GKI Aitinyo.

Acara diawali dengan penjemputan tamu undangan dan pemberian cenderamata kepada pimpinan Sinode GKI di Tanah Papua yang diwakili oleh Ibu Dr. Naomi N. Howay, SKM, M.Kes, perwakilan Pemerintah Kabupaten Maybrat yang diwakili Kepala Kesbangpol, perwakilan intelektual Aitinyo, Kapolsek Aitinyo, kemudian dilanjutkan dengan ibadah pembukaan.

Ketua Klasis GKI Aitinyo, Pdt. Yudith A. Sohouwat, S.Th., M.Si, dalam arahannya menjelaskan bahwa tahun 2025 merupakan tahun pelayanan kesehatian, sedangkan pada tahun pelayanan 2026 sesuai Renstra Sinode GKI di Tanah Papua, Klasis GKI Aitinyo akan memasuki tahun tema pelayanan kepedulian yang bersifat universal, yakni kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan perhatian.

Ia juga menekankan bahwa masih terdapat sejumlah jemaat kecil yang membutuhkan perhatian khusus dari Klasis agar pelayanan tetap berjalan optimal.

Dalam evaluasi pelayanan dan keuangan, disampaikan bahwa terdapat dua jemaat yang mengalami keterlambatan atau kekurangan dalam penyetoran dana ke Klasis maupun ke Sinode GKI di Tanah Papua. Hal ini akan ditindaklanjuti melalui pembinaan dan kunjungan langsung untuk mengetahui kendala yang dihadapi.

Pdt. Yudith menambahkan bahwa pada tahun 2026 Klasis GKI Aitinyo akan melakukan evaluasi menyeluruh agar pelayanan firman Tuhan dapat berjalan lebih baik. Saat ini jumlah pendeta di Klasis GKI Aitinyo sebanyak sembilan orang, dengan satu pendeta dalam kondisi sakit. Sementara jumlah jemaat mencapai sekitar 30 jemaat dan beberapa pos pelayanan, sehingga Klasis berharap adanya penambahan tenaga pendeta dari Sinode GKI di Tanah Papua.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Raker, Sepi Yoab Iek, atas nama seluruh panitia menyampaikan terima kasih kepada pihak Klasis GKI Aitinyo atas kepercayaan yang diberikan kepada panitia. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu baik secara materi, moril maupun pemikiran sehingga seluruh rangkaian kegiatan Raker dapat berjalan dengan baik;(Roy lek).