Maybrat, Papua Barat Daya – Wakil Bupati Kabupaten Maybrat, Ferdinando Solossa, S.E., secara resmi menutup kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kabupaten Maybrat Tahun 2025. Kegiatan penutupan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pimpinan daerah, TNI–Polri, pejabat perangkat daerah, serta para peserta Latsar, selasa(9/12/2025).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yang telah mengikuti seluruh tahapan pelatihan. Ia menegaskan bahwa Latsar merupakan tahapan wajib yang harus dilalui seorang CPNS sebelum diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) penuh.

“Status sebagai ASN bukan hanya kehormatan, tetapi tanggung jawab besar. Negara telah mengontrak saudara-saudari untuk mengabdi selama puluhan tahun, sehingga disiplin, integritas, dan loyalitas adalah harga mati,” tegas Ferdinando Solossa.

Berdasarkan laporan panitia,jumlah peserta 336 peserta Latsar, dari total peserta terdapat 17 orang yang dinyatakan dalam kategori tunda/tidak memenuhi syarat sementara, sehingga belum dapat dinyatakan lulus dan satu orang dinyatakan tidak lulus sehingga total menjadi 18orang peserta. Wakil Bupati menyebut hal ini sebagai peringatan serius bagi seluruh peserta agar lebih meningkatkan kedisiplinan, etika kerja, dan tanggung jawab sebagai aparatur negara.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi dan kemampuan komputer, mengingat ASN saat ini harus siap menghadapi era digital dan tuntutan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel.

“Saya melihat semangat ASN kita mulai menurun. Ini harus menjadi evaluasi bersama. ASN harus jujur, setia, bertanggung jawab, dan menjaga rahasia negara serta rahasia unit kerja,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Muhammad Aswad, M.Si., selaku Kepala Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan LAN RI, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat atas komitmen tinggi dalam pengembangan kompetensi ASN.

Ia mengungkapkan bahwa Latsar CPNS Kabupaten Maybrat Tahun 2025 telah dilaksanakan dalam dua gelombang, empat kelas, dan delapan angkatan. Menurutnya, kelulusan dalam Latsar bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengabdian yang sesungguhnya di tengah masyarakat.

“PNS adalah pelayan masyarakat. Maka nilai-nilai BerAKHLAK harus benar-benar diimplementasikan saat kembali ke unit kerja dan lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Dr. Aswad juga mengingatkan para peserta tentang konsep 4C untuk menjadi ASN yang unggul, yaitu Concept (konsep berpikir), Competence (kompetensi), Connection (jejaring/kolaborasi), dan Care (kepedulian).

Bagi peserta yang masih berstatus tunda, ia menegaskan bahwa masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri melalui masa perbaikan yang disediakan penyelenggara.

Kegiatan penutupan Latsar ini sekaligus menjadi momentum refleksi bagi seluruh ASN di Kabupaten Maybrat untuk terus meningkatkan profesionalisme, etika, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.