Ayamaru Selatan, wabumpapua.com — Puskesmas Ayamaru Selatan menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor bertempat di Distrik Ayamaru Selatan, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi pelayanan kesehatan selama satu tahun berjalan serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Kepala Puskesmas Ayamaru Selatan, Merry Yanti Yamitha Lemauk, S.St, menjelaskan bahwa lokakarya mini lintas sektor ini membahas berbagai program pelayanan kesehatan yang telah dilaksanakan sepanjang Januari hingga Desember tahun berjalan.
“Dalam lokakarya ini kami memaparkan seluruh kegiatan pelayanan yang sudah dilakukan selama satu tahun, baik pelayanan di dalam gedung maupun di luar gedung,” ujar Merry Yanti, selasa (16/12/2025).
Ia menyebutkan sejumlah program yang telah berjalan, di antaranya pelayanan kesehatan ibu dan anak, pelayanan gizi, imunisasi, penanganan tuberkulosis (TB), pelayanan kesehatan sekolah, serta kegiatan promosi dan pencegahan penyakit di masyarakat.
Kegiatan lokakarya tersebut dihadiri oleh Kepala Distrik Ayamaru Selatan, Babinsa,tokoh adat, tokoh pemuda, para kepala sekolah, serta 10 kepala kampung yang berada di wilayah kerja Puskesmas Ayamaru Selatan.
Menurut Merry Yanti, pembahasan utama dalam lokakarya lintas sektor ini adalah pemahaman bersama terhadap capaian pelayanan kesehatan selama satu tahun, sekaligus menjadi bahan evaluasi dan fokus peningkatan program pada tahun 2026.
“Saya berharap kader-kader kesehatan di kampung dapat lebih proaktif membantu tenaga kesehatan dalam menjalankan pelayanan rutin, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Merry Yanti juga menyoroti secara khusus penanganan stunting yang telah dilakukan Puskesmas Ayamaru Selatan selama satu tahun terakhir. Salah satu program yang berjalan adalah pemantauan pemberian susu bagi anak-anak yang terdampak stunting, yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.
“Program pemantauan minum susu bagi anak stunting sudah berjalan sejak bulan September dan akan terus kami pantau hingga benar-benar tuntas sesuai rekomendasi dokter anak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Merry Yanti mengungkapkan bahwa secara umum Puskesmas Ayamaru Selatan tidak mengalami kendala dalam pelayanan kesehatan. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah masih adanya masyarakat yang belum terbuka kepada petugas kesehatan.
“Kendala kami lebih kepada faktor keterbukaan masyarakat. Ada yang merasa malu, menjaga harga diri, atau menganggap penyakit sebagai faktor genetik, sehingga enggan melaporkan kondisi kesehatan seperti stunting, TB, maupun penyakit lainnya,” ungkapnya.
Padahal, lanjut Merry Yanti, seluruh layanan pengobatan dan penanganan penyakit tersebut telah tersedia di Puskesmas dan dijamin kerahasiaannya.
“Kami berharap masyarakat dapat lebih terbuka kepada petugas kesehatan, karena dengan keterbukaan itu pelayanan kesehatan dapat dilakukan secara optimal dan target pelayanan dari Kementerian Kesehatan dapat tercapai,” pungkasnya.




komentar terbaru