Belanda,Wabumpapua.com — Isu kebebasan beragama di Timur Tengah kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan umat Kristiani, menyusul berbagai pandangan dan kesaksian iman yang beredar luas di media sosial dan komunitas gereja. Salah satunya adalah pandangan rohani yang disampaikan oleh Fred Athaboe, SH, yang menyoroti perubahan sikap sosial di sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, terhadap perayaan Natal dan hubungan antarumat beragama.
Dalam pandangannya, penulis menilai bahwa kebijakan reformasi sosial yang dijalankan Putera Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), dipahami oleh sebagian umat Kristen sebagai tanda keterbukaan baru terhadap keberagaman agama. Pandangan ini dipandang sebagai harapan akan tumbuhnya ruang toleransi di kawasan yang selama ini dikenal sangat ketat dalam urusan keyakinan.
Penulis juga menafsirkan perubahan sosial tersebut sebagai bagian dari karya Tuhan dalam menyentuh hati manusia di Timur Tengah.
Ia menyampaikan keyakinannya bahwa Injil Kristus terus bekerja secara rohani di tengah berbagai keterbatasan, melalui pengalaman pribadi, mimpi, dan kesaksian iman yang dialami oleh individu-individu dari latar belakang Islam
.
Menurut Fred Athaboe, banyak kesaksian menceritakan perjumpaan rohani dengan Yesus Kristus yang mendorong perubahan hidup, meskipun ia menegaskan bahwa para individu tersebut umumnya memilih untuk meninggalkan negara asal mereka demi alasan keamanan dan kebebasan beribadah.
Kesaksian-kesaksian ini, menurutnya, menjadi penguatan bagi keberadaan Gereja Bawah Tanah di berbagai negara dengan pembatasan kebebasan beragama.
Lebih lanjut, penulis mengajak umat Kristen, khususnya di Tanah Papua, untuk terus berdoa bagi perdamaian, pertobatan, dan keselamatan bangsa-bangsa, termasuk umat Islam, Hindu, Budha, serta bangsa Yahudi dan Israel. Ia merujuk pada Surat Roma 11:25–27 sebagai dasar iman tentang rencana keselamatan Allah bagi seluruh bangsa di bumi.
Tulisan ini menegaskan bahwa doa, menurut keyakinan penulis, memiliki peran penting dalam mendukung misi rohani global dan memperkuat iman umat Kristen di tengah tantangan zaman. Penulis menutup refleksinya dengan ajakan kepada para pendoa syafaat untuk tetap setia dalam doa dan pengharapan akan karya Tuhan di seluruh dunia.




komentar terbaru