Maybrat, wabumpapua.com – Pemerintah Kabupaten Maybrat melalui Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Ayamaru menggelar Rapat Lintas Sektor Tingkat Distrik Ayamaru, Ayamaru Tengah, dan Ayamaru Barat, yang berlangsung di Distrik Ayamaru, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Rabu ,(14/1/2026).
Rapat lintas sektor ini dihadiri oleh Wakil Bupati Maybrat Ferdinando Solossa, Kepala Puskesmas Ayamaru,
kepala distrik Ayamaru,Ayamaru tengah dan kepala distrik Ayamaru Barat, kapolsek Ayamaru,Dandramil Ayamaru,pemilik Hak ulayat,kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, serta perwakilan masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam rangka optimalisasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Ayamaru dan sekitarnya.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Maybrat Ferdinando Solossa menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan pelayanan dasar yang sangat strategis dan menyangkut keselamatan hidup masyarakat.
“Kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Jika pelayanan kesehatan tidak berjalan dengan baik, maka dampaknya sangat fatal bagi masyarakat. Karena itu, kepala kampung dan seluruh pemangku kepentingan harus berperan aktif dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta keterbukaan dalam menyampaikan berbagai persoalan di lapangan, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Menurutnya, meskipun pemerintah daerah dihadapkan pada keterbatasan anggaran, komitmen bersama tetap menjadi kunci utama dalam peningkatan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.
“Tujuan kita adalah menyelamatkan generasi Maybrat menuju generasi emas 2045. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi semua pihak,” tambah Solossa.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Ayamaru, Maria Mira Kambu, S.KM., M.Kes, menjelaskan bahwa rapat lintas sektor ini secara khusus membahas berbagai kendala pelayanan kesehatan di Puskesmas Ayamaru, terutama setelah satu tahun tujuh bulan berpindah ke gedung puskesmas yang baru.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini pelayanan kesehatan masih dilakukan dengan dua pintu pelayanan, meskipun sesuai standar seharusnya seluruh pelayanan dilakukan secara satu pintu.
“Puskesmas Ayamaru telah terakreditasi dengan nilai sangat memuaskan. Namun, kami masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana penunjang, faktor keamanan, serta kesiapan fasilitas di gedung baru. Hal ini menyebabkan beberapa unit pelayanan seperti rawat inap, UGD 24 jam, dan persalinan masih dilakukan di bangunan lama,” jelasnya.
Melalui rapat lintas sektor ini, Puskesmas Ayamaru secara resmi menyampaikan harapan kepada pemerintah daerah agar dapat memberikan dukungan terhadap pemenuhan sarana dan prasarana, sehingga seluruh pelayanan kesehatan dapat dipusatkan di gedung Puskesmas Ayamaru yang baru di Huberbari, Distrik Ayamaru.
“Tujuan utama kami adalah menyatukan seluruh pelayanan kesehatan di satu tempat agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih aman, nyaman, dan optimal. Kami berharap rapat ini menghasilkan keputusan yang jelas dan konkret,” ujarnya.
Maria Mira Kambu juga menambahkan bahwa hasil rapat lintas sektor ini akan ditindaklanjuti dengan pertemuan lanjutan untuk membahas langkah teknis pemerintah daerah dalam mendukung penerapan pelayanan kesehatan satu pintu secara penuh.
Sebagai bagian dari sosialisasi, Puskesmas Ayamaru juga mengimbau kepada seluruh masyarakat bahwa ke depan pelayanan UGD 24 jam, rawat inap, dan persalinan akan diarahkan untuk dilakukan di gedung Puskesmas Ayamaru yang baru.
“Kami berharap dukungan seluruh masyarakat demi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di wilayah Ayamaru,” tutupnya.
Rapat lintas sektor ini ditutup dengan sesi diskusi dan penyampaian masukan dari para peserta, yang akan menjadi dasar perumusan kebijakan dan tindak lanjut pemerintah daerah dalam penguatan sistem pelayanan kesehatan di Distrik Ayamaru dan sekitarnya.




komentar terbaru