Maybrat, wabumpapua.com – Masyarakat Distrik Ayamaru Kota, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, secara resmi menyatakan sikap siap menerima kedatangan Tim Kajian Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Maybrat Sau yang dijadwalkan tiba pada Selasa, 27 Januari 2026.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan dalam rapat bersama masyarakat yang berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di wilayah Distrik Ayamaru. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan masyarakat dari 7 kampung dan 1 kelurahan, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, organisasi kemasyarakatan, serta unsur pemerintah dan keamanan setempat.

Masyarakat Ayamaru menyatakan kesiapan penuh untuk menyambut Tim Kajian dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) yang akan melakukan potret udara dan pemetaan riil wilayah daerah bawahan Calon Kabupaten Maybrat Sau. Kegiatan ini bertujuan melengkapi data teknis dalam rangka pembahasan usulan DOB Kabupaten Maybrat Sau yang beribukota di Distrik Ayamaru dan saat ini telah berada di meja Kemendagri.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas dalam rapat lanjutan yang digelar di Smok Loi Ayamaru, sebagai tindak lanjut dari pertemuan akbar Tim Pemekaran Kabupaten Maybrat Sau yang sebelumnya berlangsung di Aula Kantor Klasis Ayamaru pada Selasa, 20 Januari 2026. Rapat tersebut membahas secara khusus jadwal kedatangan Tim Kajian Kemendagri serta teknis persiapan penjemputan dan pengawalan zona pengambilan data wilayah.

Rapat dipimpin oleh Ketua Panitia Penjemputan, Martinus Kareth, SE, didampingi Sekretaris Yanpiet Howay, S.Sos, serta perwakilan Tim Pemekaran Kabupaten Maybrat Sau Sony S. Bless, SH. Hadir pula unsur pemerintah setempat, Lurah Ayamaru, serta aparat keamanan dari Danramil dan Kapolsek Ayamaru.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa waktu persiapan yang efektif hanya tersisa empat hari menuju hari kedatangan Tim Kajian. Oleh karena itu, panitia bersama masyarakat menyusun jadwal kerja yang dimulai pada 23 Januari 2026 dengan kegiatan pembersihan lingkungan Distrik Ayamaru, yang telah dilaksanakan secara gotong royong. Tahapan selanjutnya meliputi persiapan cenderamata pengalungan, konsumsi, akomodasi, transportasi, serta pelayanan selama Tim Kajian berada di wilayah Maybrat.

Perwakilan Tim Pemekaran, Sony S. Bless, SH, dalam keterangannya menyampaikan bahwa Tim Pemekaran telah melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Maybrat dan mendapat dukungan langsung dari Bupati Maybrat, Karel Murafer, SH, MA, bersama DPRK Maybrat. Pemerintah daerah disebut telah mengalokasikan dana sebesar Rp1 miliar, dengan tahap awal Rp500 juta telah diserahkan kepada Tim Pemekaran guna mendukung seluruh proses koordinasi hingga ke tingkat provinsi dan pemerintah pusat.

Menurutnya, Kemendagri telah memberikan respon positif dengan menjadwalkan kedatangan Tim Kajian Pusat ke Maybrat pada 27 Januari 2026. Tim Kajian akan melakukan pemetaan dan verifikasi data riil luas wilayah, yang sebelumnya dalam usulan awal tercantum sekitar 5.000 km², guna sinkronisasi data sebagai syarat teknis pembentukan Kabupaten Maybrat Sau. Proses kajian direncanakan berlangsung selama tiga hingga empat hari.

Dalam rapat tersebut, panitia dan Tim Pemekaran juga mengimbau seluruh komponen masyarakat, termasuk unsur pemerintah, DPRK, MRP, tokoh agama, ormas, pengusaha, pemuda, pelaku usaha, hingga masyarakat non-Papua di Ayamaru Kota, untuk menyatakan dukungan terhadap DOB Maybrat Sau melalui spanduk, baliho, dan berbagai media lainnya.

Ketua Ormas Serikat Persaudaraan Mefkajim Ayamaru Kota, Manfred Susim, S.IP, menyampaikan apresiasi atas kerja panjang Tim Pemekaran sejak tahun 2017. Ia menegaskan bahwa pemekaran DOB Kabupaten Maybrat Sau merupakan kebutuhan mendesak mengingat kondisi Kabupaten Maybrat sebagai salah satu wilayah konflik di Papua Barat Daya, yang berdampak pada pelayanan publik, pembangunan, serta penanganan kemiskinan ekstrem dan kesehatan masyarakat.

Menurut Susim, pemekaran DOB dinilai strategis untuk memperpendek rentang kendali pelayanan publik, mempercepat pembangunan infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan, serta mengurangi beban biaya dan risiko yang selama ini dihadapi masyarakat, khususnya dalam akses layanan kesehatan rujukan.

Pernyataan sikap masyarakat Ayamaru Kota ini sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan suasana kondusif selama pelaksanaan kunjungan Tim Kajian DOB Kabupaten Maybrat Sau.

Masyarakat berharap proses kajian ini dapat menjadi langkah nyata menuju terwujudnya Kabupaten Maybrat Sau sebagai solusi strategis dalam menjawab persoalan pembangunan, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Maybrat;(Ones).