Sorong, wabumpapua.com – Intelektual muda Maybrat, Papua Barat Daya, Alfius Kambu, S.Hut, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mendukung kehadiran Daerah Otonomi Baru (DOB) Maybrat Sau, yang dinilainya telah memenuhi seluruh persyaratan administratif, teknis, dan faktual, sembari tetap melanjutkan perjuangan pemekaran DOB Aitinyo dan Mare di waktu mendatang.
Dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 26 Januari 2026, Alfius Kambu menjelaskan bahwa kehadiran DOB Maybrat Sau di Kabupaten Maybrat merupakan kebutuhan dan aspirasi murni masyarakat yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun hingga memasuki tahun 2026.
Menurutnya, saat ini perjuangan DOB Maybrat Sau telah memasuki tahap penting, yakni kedatangan Tim Kajian Akademisi untuk melihat secara langsung kondisi lapangan sebagai bagian dari proses penilaian kelayakan pemekaran wilayah.
“Kehadiran Tim Akademisi dalam pembentukan DOB Maybrat Sau memiliki peran yang sangat krusial karena menjadi pihak independen yang memberikan dasar ilmiah dan objektif,” ujar Alfius.
Ia merinci sejumlah tujuan utama kehadiran Tim Kajian Akademik, di antaranya menyusun dokumen kajian akademik sebagai landasan teoritis dan empiris kelayakan pemekaran wilayah, melakukan analisis kelayakan daerah dari aspek ekonomi, potensi wilayah, kependudukan, luas wilayah, pertahanan dan keamanan, serta sosial politik.
Selain itu, tim akademisi juga bertugas memberikan rekomendasi objektif kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD), memetakan potensi dan beban urusan pemerintahan, serta meminimalisir potensi konflik horizontal di tengah masyarakat, terutama terkait batas wilayah dan penentuan ibu kota daerah.
“Afirmasi pembangunan juga menjadi poin penting, agar tujuan pemekaran benar-benar menjawab pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik,” tambahnya.
Alfius menegaskan, secara fakta perjuangan, DOB Maybrat Sau sangat layak, baik dari sisi dokumen, kelengkapan syarat, hingga dukungan kebijakan, bahkan telah memiliki Amanat Presiden (Ampres) serta persyaratan lainnya.
“Oleh karena itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu mendukung DOB Maybrat Sau, karena secara kesiapan sudah sangat matang dan tinggal beberapa langkah menuju DOB definitif,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa kehadiran DOB Maybrat Sau dapat menjadi solusi resolusi konflik ibu kota antara Kumurkek dan Ayamaru yang selama ini terjadi di Kabupaten Maybrat.
Sementara itu, terkait DOB Aitinyo dan Mare, Alfius menilai bahwa secara syarat teknis masih belum sepenuhnya lengkap, baik dari sisi dokumen maupun kondisi lapangan.
“Bukan berarti menghalangi perjuangan DOB Aitinyo dan Mare, namun secara realistis kita harus menerima yang sudah siap terlebih dahulu, sambil terus berjuang untuk DOB Aitinyo dan Mare ke depan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa proses perjuangan DOB bukanlah hal yang mudah, karena membutuhkan waktu panjang, tenaga, biaya, pikiran, serta pengorbanan besar dari seluruh pihak.
“Mari kita terima DOB Maybrat Sau lebih dulu, sambil tetap berjuang bersama untuk DOB Aitinyo dan Mare pada waktu yang akan datang,” pungkas Alfius Kambu.




komentar terbaru