Maybrat, wabumpapua.com – Tim Akademik Kajian Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Maybrat Sau dari Universitas Budi Luhur, Jakarta Selatan, resmi tiba dan dijemput oleh Pemerintah Daerah serta masyarakat Kabupaten Maybrat, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan penjemputan berlangsung di Lapangan Ella, Distrik Ayamaru, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, Acara ini dipimpin oleh Arnold Lemauk, S.Sos., M.Si selaku Ketua Tim DOB Maybrat Sau dan dihadiri sekitar 950 orang dari berbagai unsur masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Maybrat Ferdinand Solosa, SE, unsur Forkopimda, pejabat Provinsi Papua Barat Daya, DPR Provinsi Papua Barat Daya, MRP, tokoh adat, tokoh masyarakat,serta perwakilan organisasi perjuangan pemekaran.
Perjuangan 20 Tahun DOB Maybrat Sau
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Maybrat Ferdinand Solosa, SE menyampaikan bahwa kedatangan Tim Akademik Universitas Budi Luhur bertujuan untuk melakukan kajian data dukung dalam proses percepatan pembentukan DOB Kabupaten Maybrat Sau.
Ia menegaskan bahwa perjuangan pemekaran Maybrat Sau telah berlangsung hampir 20 tahun dan merupakan komitmen bersama masyarakat Maybrat Sau.
“Telah terjadi dinamika dan konflik sejarah terkait penetapan ibu kota, antara Kumurkek dan pembentukan Kabupaten Maybrat Sau dengan ibu kota di Ayamaru. Namun komitmen masyarakat Maybrat Sau tetap satu, yakni pemekaran kabupaten harus terwujud,” ujar Ferdinand.
Menurutnya, Ayamaru memiliki nilai historis sebagai ibu kota pertama sejak masa pemerintahan Belanda dan telah didukung infrastruktur yang memadai untuk menjadi pusat pemerintahan kabupaten baru.Pemerintah daerah, lanjut Ferdinando menjamin keamanan dan kenyamanan Tim Akademik selama melakukan kajian lapangan di wilayah Maybrat.
“NKRI harga mati, dan DOB Maybrat Sau juga harga mati,” tegasnya menutup sambutan.
Tim Akademik Siapkan Bukti Tertulis dan Kajian Ilmiah.
Sementara itu, Kepala Pusat Analisa Kajian Data Fakultas Teknologi Universitas Budi Luhur, Ir. Gunawan Pria Utama, M.Kom., MCE, menyampaikan bahwa kajian akademik bertujuan untuk mendokumentasikan secara tertulis seluruh sejarah, data, dan fakta yang menjadi dasar pembentukan DOB.
“Sejarah yang tidak tertulis akan dianggap tidak ada. Karena itu, kami hadir untuk menyusun kajian dan bukti tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan hukum,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa persoalan wilayah dan batas administrasi kerap menjadi bahan perdebatan, sehingga tim akademik akan memfasilitasi pemerintah daerah dalam pengumpulan dan validasi data resmi.
Anggota DPR Provinsi Papua Barat Daya, Habel Howay, S.Sos., dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran Tim Akademik merupakan bagian penting dari proses validasi dokumen yang akan dibahas di tingkat DPR dan pemerintah pusat.
“Tim ini turun untuk mengkaji dan memvalidasi dokumen DOB sebelum masuk ke pembahasan DPR. Ini adalah amanat perjuangan para pendahulu, termasuk almarhum Isak Kambuaya, yang selama 20 tahun memperjuangkan pemekaran Maybrat Sau,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat atas dukungan moril dan administratif terhadap tim pemekaran, termasuk penyediaan dokumen dan koordinasi dengan kementerian terkait.
Menurutnya, hasil pertemuan dengan Kementerian Dalam Negeri menegaskan pentingnya kelengkapan dokumen, penetapan aset, serta tapal batas wilayah sebagai syarat utama pembentukan DOB.
Pembentukan Tim Akademik dan kajian DOB Kabupaten Maybrat Sau bertujuan untuk mempercepat pelayanan publik, pemerataan pembangunan, serta mendekatkan pelayanan pemerintahan bagi masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau.
Rangkaian kegiatan kajian akademik dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, meliputi tatap muka dengan pemerintah daerah dan masyarakat di Ayamaru dan Kumurkek, guna memperoleh kepastian persetujuan masyarakat dan pemerintah Kabupaten Maybrat terhadap pembentukan DOB Kabupaten Maybrat Sau;(Ones).




komentar terbaru