Maybrat, wabumpapua.com – Bupati Maybrat, Karel Murafer, meninjau langsung akses jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer yang sempat terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu, terutama bagi warga yang hendak menuju ibu kota kabupaten.
Kerusakan jalan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun itu memaksa masyarakat menggunakan perahu untuk menyeberangi Sungai Kamundan sebagai jalur alternatif. Situasi ini dinilai sangat memprihatinkan mengingat jalan tersebut merupakan salah satu urat nadi transportasi di wilayah Kampung Fuog, Distrik Aifat Selatan.
Delapan bulan sejak menjabat sebagai Bupati Maybrat, Karel Murafer bergerak cepat setelah menerima informasi melalui media sosial terkait kondisi jalan tersebut. Ia kemudian turun langsung ke wilayah Tasimara dan Kampung Fuog untuk melihat keadaan di lapangan.
Kampung Fuog sendiri dikenal memiliki sumber daya alam yang melimpah sehingga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten, guna mendukung kelancaran pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen Bupati Maybrat pun terbukti. Akses jalan Tasimara–Fuog yang sebelumnya terputus kini masuk dalam kategori tanggap darurat dan berhasil diperbaiki, meskipun ruas jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Langkah ini diambil demi kepentingan masyarakat yang telah lama merindukan pembangunan infrastruktur.
Pada 5 Februari 2025, Bupati Karel Murafer bersama Kepala Dinas Pendapatan, Kepala Dinas Pendidikan, serta Kepala Bidang Satpol PP Maybrat kembali meninjau ruas jalan tersebut. Hasilnya, pembangunan jalan yang sebelumnya terputus kini telah diselesaikan dan dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
Bupati Karel Murafer mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Maybrat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar pada Tahun Anggaran 2025 untuk memperbaiki jalan tersebut, sehingga konektivitas masyarakat dan aktivitas perekonomian dapat berjalan dengan baik.
Ia juga mengakui bahwa masyarakat Distrik Aifat Selatan sangat membutuhkan perhatian pembangunan dari pemerintah pusat, mengingat wilayah tersebut termasuk dalam kategori daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Sementara itu, Koordinator Tim Pengembalian Pengungsi Maybrat, Melly Saa, memberikan apresiasi kepada Bupati Maybrat atas respons cepat dalam menangani kerusakan jalan tersebut. Menurutnya, langkah yang diambil sangat tepat karena wilayah tersebut dihuni oleh kelompok masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses.
“Ke depan, masyarakat dapat menikmati akses jalan yang lebih baik sehingga mobilitas dan aktivitas ekonomi dapat meningkat,” ujarnya (Ones).




komentar terbaru