Maybrat, wabumpapua.com — Gubernur papua Barat Daya Elisa Kambu S. Sos menyampaikan sejumlah pesan penting dalam sambutannya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kabupaten Maybrat, Senin (4/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Elisa Kambu menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas perjalanan Kabupaten Maybrat yang kini memasuki usia 17 tahun sejak dimekarkan. Ia menilai, terbentuknya Maybrat merupakan anugerah Tuhan sekaligus hasil perjuangan panjang masyarakat dan para tokoh pemekaran daerah.
“Syukur hanya bagi Tuhan. Tujuh belas tahun yang lalu oleh anugerah Tuhan, Kabupaten Maybrat boleh hadir sebagai berkat bagi masyarakat yang mendiami negeri ini,” ujar Elisa Kambu di hadapan para pejabat daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh perempuan, serta tamu undangan lainnya.

Gubernur juga menyampaikan penghormatan kepada para tokoh pemekaran dan deklarator yang telah memperjuangkan lahirnya Kabupaten Maybrat, termasuk para intelektual dan tokoh masyarakat yang hadir dalam perayaan tersebut.

Dalam sambutannya, Elisa Kambu mengingatkan bahwa usia 17 tahun merupakan usia produktif bagi sebuah daerah. Oleh karena itu, menurutnya Kabupaten Maybrat harus mampu bergerak lebih cepat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyoroti bahwa nama Maybrat sudah dikenal luas, namun pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat masih perlu terus ditingkatkan.
“Usia 17 tahun ibarat manusia yang sudah berada pada usia produktif, yang sudah bisa berlari, bukan lagi merangkak. Karena itu kita semua harus memiliki tekad bersama untuk memajukan Maybrat,” tegasnya.

Gubernur menilai, kemajuan daerah sangat ditentukan oleh peran aktif seluruh masyarakat serta kerja sama antara pemerintah dan warga.
Peran Kampung dan Distrik
Elisa Kambu juga menekankan pentingnya peran kepala kampung dan kepala distrik dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat.

Ia meminta agar proses belajar-mengajar di kampung berjalan dengan baik serta pelayanan kesehatan dasar seperti Posyandu dan Puskesmas dapat berfungsi secara optimal.
“Pastikan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik di kampung. Pastikan Posyandu berjalan, pelayanan kesehatan berjalan. Jika hal-hal dasar ini tidak berjalan, maka pembangunan akan sulit tercapai,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur juga mengingatkan jajaran pemerintah daerah agar mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap program pembangunan.
Ia menilai pola pikir lama yang menempatkan masyarakat sebagai prioritas terakhir harus diubah. Menurutnya, pembangunan harus dimulai dengan menempatkan rakyat sebagai prioritas utama.
“Kita ini pelayan masyarakat, maka rakyatlah yang harus menjadi raja. Kita harus melayani rakyat, bukan kita yang menjadi bos,” kata Elisa Kambu.

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program pembangunan serta pembagian pekerjaan proyek pemerintah agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Papua Barat Daya juga menyinggung pentingnya pembenahan data penerima bantuan sosial. Ia mengaku sering berdiskusi dengan pihak statistik mengenai validitas data yang digunakan dalam program bantuan.
Menurutnya, masih ditemukan data penerima bantuan yang tidak akurat, termasuk nama warga yang telah meninggal dunia tetapi masih tercatat sebagai penerima bantuan.

Karena itu, ia meminta pemerintah daerah melakukan pembaruan data secara serius agar program bantuan tepat sasaran dan benar-benar membantu masyarakat yang membutuhkan.
Peringatan HUT ke-17 Kabupaten Maybrat menjadi momentum refleksi bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan pembangunan, menekan kemiskinan ekstrem, serta memperbaiki pelayanan publik di wilayah tersebut(Ones).