Sorong, wabumpapua.com – Ratusan tenaga kebersihan di Kota Sorong melakukan aksi blokade jalan Sorong–Makbon sebagai bentuk protes terhadap kondisi kerja yang dinilai belum memberikan jaminan kesejahteraan bagi para pekerja. Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas sempat terganggu karena massa membakar material dan menutup badan jalan, Rabu(11/2/2026).
Para pekerja menyampaikan bahwa selama kurang lebih delapan bulan terakhir, jaminan kerja mereka belum terpenuhi. Bahkan, menurut keterangan sejumlah karyawan, dua orang rekan kerja dilaporkan telah meninggal dunia, sehingga memicu kekhawatiran para pekerja terhadap perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja.
Dalam aksi tersebut, para tenaga kebersihan juga menyampaikan beberapa tuntutan kepada pemerintah daerah dan pihak terkait, di antaranya:
Meminta pembuatan kartu BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan bagi seluruh pekerja.
Menuntut agar sistem kontrak kerja yang berlaku setiap tiga bulan dapat diubah menjadi lebih pasti dan memberikan rasa aman bagi pekerja.
Meminta Wali Kota Sorong untuk turun langsung menemui massa aksi guna mendengarkan aspirasi mereka.
Para karyawan juga menyebutkan bahwa kontraktor yang menangani pengelolaan sampah di Kota Sorong diduga memiliki keterkaitan dengan pejabat daerah. Namun demikian, informasi tersebut masih berupa keterangan dari pihak pekerja dan diharapkan ada klarifikasi resmi dari pihak terkait.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi aksi dilaporkan berangsur kondusif dengan kehadiran aparat keamanan yang melakukan pengawasan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Para pekerja berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut demi menjamin kesejahteraan tenaga kebersihan di Kota Sorong(Ones).




komentar terbaru