Maybrat,wabumpapua.com— Bupati Maybrat Karel Murafer menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melanjutkan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan keamanan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan hidup sebagai prioritas utama.
Hal ini disampaikan dalam seminar dan diskusi panel memperingati HUT Teofani ke-74 di Bumi A3, Kabupaten Maybrat, yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu.
“Saya bersama Wakil Bupati memiliki satu tekad untuk membangun Kabupaten Maybrat lima tahun ke depan dengan mewujudkan daerah yang aman, mandiri, dan berdaya saing. Kemandirian suatu daerah diukur dari jaminan keamanan dan keberlangsungan pembangunan di segala bidang,” ujar Bupati Murafer di hadapan peserta seminar.
Bupati Murafer menyampaikan bahwa sejak dirinya dilantik di Jakarta pada 20 Oktober 2024, berbagai upaya telah dilakukan untuk menciptakan rasa aman dan menata penyelenggaraan pemerintahan. Dalam waktu delapan bulan, stabilitas daerah dapat terjaga dan pelayanan publik berjalan dengan baik.
“Puji Tuhan, selama delapan bulan ini Maybrat aman dan penyelenggaraan pemerintahan berjalan lancar. Keamanan adalah fondasi utama agar pembangunan di bidang lain dapat berjalan,” katanya.
Bidang pendidikan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurut Bupati Murafer, Pemkab Maybrat telah memberikan bantuan pendidikan dan beasiswa bagi mahasiswa asal Maybrat yang menempuh pendidikan di berbagai kota di Tanah Papua dan luar Papua.
“Kami telah menyalurkan dana pendidikan sekitar Rp2 miliar untuk membantu mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi akhir, termasuk di Yogyakarta dan Manokwari,” ungkapnya.
Ia menambahkan, 317 mahasiswa juga telah menerima beasiswa dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, dan Pemkab Maybrat turut melengkapi dukungan dengan dana bantuan sebesar Rp6,5 juta per mahasiswa bagi yang belum mendapatkan bantuan provinsi.
Selain itu, Pemkab Maybrat juga bekerja sama dengan Universitas Papua (UNIPA) untuk membuka program “Sekolah Sepanjang Hari (SSA)” di dua lokasi: Ayata dan Abuya.
Program ini melibatkan dosen dan tenaga pengajar dari UNIPA serta guru-guru lokal untuk meningkatkan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung anak-anak di wilayah pedalaman.
“Sekolah Sepanjang Hari ini bersifat semi-asrama selama tiga bulan. Kami berharap anak-anak kita di wilayah timur bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas,” jelas Bupati maybrat, sabtu(18/10/2025).
Dalam sektor kesehatan, Bupati Karel Murafer mengungkapkan bahwa Maybrat termasuk dalam kategori daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem, sehingga pembangunan fasilitas kesehatan menjadi prioritas.
Pemerintah pusat, katanya, telah menyetujui pembangunan rumah sakit berskala besar di Kabupaten Maybrat. Pemda hanya perlu menyiapkan lahan seluas 10 hingga 20 hektare sebagai lokasi pembangunan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian terkait. Semua sarana dan prasarana akan disiapkan oleh pemerintah pusat, sementara Pemkab menyiapkan lahan. Ini langkah maju bagi peningkatan layanan kesehatan di Maybrat,” tutur Bupati.
Dalam bidang ekonomi, Bupati Murafer mengakui bahwa tantangan utama Maybrat adalah minimnya pusat pertumbuhan ekonomi akibat persebaran penduduk di kampung-kampung terpencil.
“Kabupaten Maybrat sudah berdiri 16 tahun, namun masyarakat masih hidup terpencar. Akibatnya, tidak ada pusat pertumbuhan ekonomi yang jelas. Ke depan, kita perlu rumuskan format baru agar ekonomi masyarakat tumbuh,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal agar tidak hanya bergantung pada sektor pemerintahan.
Bupati Karel Murafer menyoroti kondisi Danau Ayamaru dan Danau Teh, yang menjadi kebanggaan masyarakat A3, namun kini menghadapi ancaman pencemaran akibat rendahnya kesadaran lingkungan.
“Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan masih rendah. Kita harus mulai bicara tentang pelestarian danau, pengelolaan sampah, dan kebersihan jalan-jalan utama agar keindahan Maybrat tetap terjaga,” ujarnya.
Dalam penutup arahannya, Bupati Murafer menyerahkan lima pokok rekomendasi untuk dibahas dalam forum seminar, yaitu:Pengembangan sumber daya manusia (SDM) anak-anak Maybrat menuju 2045. Pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.Peningkatan layanan kesehatan dan pemerataan fasilitas.Pelestarian lingkungan hidup, terutama danau dan hutan adat.
Dan Menjaga keamanan dan ketertiban daerah sebagai tanggung jawab bersama masyarakat A3.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga tanggung jawab kita semua. Jika daerah ini tidak aman, pembangunan tidak akan berjalan,” tegasnya.
Bupati Murafer juga mengajak seluruh masyarakat A3 untuk menanamkan nilai kesatuan, kasih, kerendahan hati, dan kehormatan, sebagaimana semangat utama dalam perayaan Teofani ke-74 tahun ini.
“Kami bukan malaikat, kami manusia yang juga punya keterbatasan. Tapi marilah kita saling mendukung, bukan saling menjatuhkan. Persatuan dan kasih itu harus dijaga turun-temurun,” tutupnya.
Reporter: Ones
Editor: Tim Redaksi wabumpapua. com
Lokasi: Maybrat, Papua Barat Daya
Tanggal: 18 Oktober 2025




komentar terbaru