Maybrat, wabumpapua.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) di Tanah Papua, para alumni SD YPK Maranatha Kartapura-Men bersama tokoh masyarakat menggelar ibadah syukur di Jemaat GKI Maranatha Kartapura, Distrik Ayamaru Tengah, Kabupaten Maybrat, Minggu (7/3/2026).
Ibadah syukur tersebut dipimpin oleh Ketua PHMJ Jemaat GKI Maranatha Kartapura, Pdt. Abraham Sahertian, S.Si., Teol. Kegiatan berlangsung penuh khidmat dan dihadiri berbagai unsur gereja, pemerintah, serta masyarakat.Sejumlah tokoh yang turut hadir di antaranya Ketua DPR Papua Barat Daya, Ortis Fernando Sagrim, S.T., M.Ak., Ketua Klasis Ayamaru Pdt. Abraham Semunya, S.Si., Anggota DPRK Otonomi Khusus Kabupaten Maybrat wilayah Ayamaru Daud Justipus Sikirit, S.T., Kapolsek Ayamaru IPDA Hein F.X. Mayor, S.H., Kepala Distrik Ayamaru Tengah Sepnat Naa, S.Pd., Kepala Sekolah SD YPK Maranatha Kartapura Yuliana Kareth, S.Pd., Ketua Komite Sekolah Alex Naa, S.E., Ketua GAMKI Papua Barat Robianus Kambu, para guru, siswa-siswi, serta alumni SD YPK Maranatha Kartapura-Men.
Rangkaian ibadah juga diisi dengan berbagai penampilan seni rohani seperti tarian, solo vokal, puisi, paduan suara, dan vokal grup yang dibawakan oleh para alumni dan siswa-siswi SD YPK Maranatha Kartapura.
Dalam khotbahnya yang diambil dari Kitab Amsal 29:15–27, Pdt. Abraham Sahertian menegaskan bahwa pendidikan Kristen memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas dan takut akan Tuhan. Tema HUT YPK tahun ini, “Pendidikan dengan Hikmat
Menumbuhkan Disiplin dan Membentuk Generasi yang Benar di Hadapan Tuhan,” menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga pembentukan iman dan karakter.
Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan pendidikan di Tanah Papua tidak terlepas dari jasa para misionaris sejak tahun 1885 yang telah membuka sekolah-sekolah sekaligus memberitakan Injil kepada masyarakat Papua.
“Melalui momentum ini kita diingatkan kembali akan jasa para misionaris yang telah meletakkan dasar pendidikan bagi masyarakat Papua. Karena itu, YPK harus terus berbenah dan meningkatkan kualitas pendidikan agar tetap menjadi sekolah pilihan utama di Tanah Papua,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Klasis Ayamaru Pdt. Abraham Semunya dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang YPK yang telah mencapai usia 64 tahun. Ia menegaskan bahwa YPK merupakan anak kandung gereja yang lahir dari panggilan pelayanan untuk mendidik generasi Papua melalui iman dan ilmu pengetahuan.
Menurutnya, selama puluhan tahun YPK telah melahirkan banyak tokoh penting, mulai dari pemimpin daerah, pendeta, guru, tenaga kesehatan, hingga aparatur pemerintah yang kini melayani masyarakat di berbagai bidang.
“Pendidikan YPK tidak hanya membekali pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai iman dan karakter Kristen kepada generasi Papua,” katanya.
Ketua DPR Papua Barat Daya, Ortis Fernando Sagrim yang juga merupakan alumni SD YPK Maranatha Kartapura-Men, dalam sambutannya mengungkapkan rasa haru dan nostalgia terhadap masa-masa sekolahnya di YPK.
Ia menilai bahwa pendidikan dasar yang diterimanya di SD YPK Maranatha Kartapura menjadi fondasi penting hingga dirinya bisa mengemban tanggung jawab sebagai pimpinan lembaga legislatif di Provinsi Papua Barat Daya.
“Kalau tidak ada dasar pendidikan dari YPK, mungkin hari ini saya tidak berada pada posisi seperti sekarang. Sekolah ini sederhana, tetapi memiliki nilai sejarah dan pengorbanan yang sangat besar bagi generasi kami,” ungkapnya.
Ortis juga mendorong agar para alumni membentuk ikatan alumni resmi guna mendukung pengembangan sekolah serta membantu pembangunan gereja dan lembaga pendidikan YPK di wilayah tersebut.
Ia bahkan menyatakan komitmennya untuk mendorong dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan pendidikan YPK di masa mendatang.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT YPK ke-64 SD YPK Maranatha Kartapura-Men, Alex Naa, S.E., dalam laporannya menyampaikan bahwa perayaan tahun ini dilaksanakan secara sederhana namun penuh kebersamaan.
Ia menjelaskan bahwa panitia yang baru terbentuk sekitar satu bulan lalu berhasil menyelenggarakan kegiatan tersebut berkat kerja sama para alumni dan dukungan berbagai pihak.
“Walaupun panitia bekerja dalam waktu singkat, tetapi dengan kebersamaan dan rasa cinta terhadap YPK, kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Sebelum ibadah puncak dilaksanakan, para alumni juga menggelar aksi peduli lingkungan dengan membersihkan sampah di sekitar jembatan dan aliran sungai di wilayah Ayamaru sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Melalui peringatan HUT ke-64 ini, para alumni berharap YPK tetap menjadi garda terdepan dalam membangun pendidikan, iman, serta karakter generasi muda Papua di masa depan;(Ones ).




komentar terbaru