Belanda, wabumpapua.com – Sebuah tulisan reflektif yang disusun oleh Fred Athaboe menyoroti pandangan teologis mengenai apa yang disebut sebagai Visiun Athena Tahun 1985 serta keterkaitannya dengan pelayanan rohani umat Kristen di Tanah Papua dan hubungannya dengan Israel.
Dalam tulisan tersebut, penulis menjelaskan bahwa selama puluhan tahun dirinya melayani visi yang disebut sebagai pesan rohani yang berkaitan dengan keselamatan bangsa Yahudi dan Israel. Ia menyatakan bahwa hubungan antara gereja dan Israel memiliki dasar sejarah iman Kristen serta kisah keselamatan yang tercatat dalam Alkitab.
Menurut penjelasan dalam dokumen itu, terdapat tiga kepentingan utama yang disebut berkaitan dengan Israel di Tanah Papua. Salah satu poin yang disampaikan adalah pentingnya umat Kristen memahami akar sejarah iman yang berasal dari bangsa Yahudi, karena Yesus Kristus sendiri lahir dari keturunan Yahudi.
Tulisan tersebut juga menyinggung tentang Visiun Athena Tahun 1985, yang menurut penulis merupakan pesan rohani yang diterima dalam bentuk mimpi dan dianggap sebagai firman yang harus disampaikan kepada umat Tuhan di Papua. Visi tersebut, menurut penjelasan dalam dokumen, berisi ajakan agar umat percaya memprioritaskan pelayanan rohani dan doa.
Selain itu, dokumen tersebut turut menyinggung peran sejumlah lembaga yang disebut terlibat dalam pelayanan rohani dan hubungan dengan Israel, di antaranya Yayasan Sabra yang disebut memiliki keterkaitan dengan pelayanan doa dan hubungan umat Kristen dengan bangsa Yahudi. Disebutkan pula adanya dukungan dari Yayasan Hadassah Indonesia yang dikatakan bergerak dalam pembangunan hubungan antara Indonesia dan Israel.
Penulis juga menegaskan bahwa pelayanan yang dimaksud dalam visi tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas politik, melainkan fokus pada pelayanan rohani, doa, dan hubungan spiritual antara umat Kristen di Papua dengan Tuhan..
Dalam bagian penutup tulisannya, Fred Athaboe menyampaikan bahwa setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih bentuk pelayanan yang diikuti. Namun ia menekankan bahwa pesan yang disebut dalam Visiun Athena 1985 dipandang sebagai tugas rohani utama yang perlu dilaksanakan oleh umat Tuhan.
Tulisan tersebut ditutup dengan penegasan bahwa firman Tuhan harus menjadi prioritas utama dalam kehidupan umat percaya, di atas berbagai tugas lain yang dilakukan manusia di dunia.
Dokumen tersebut ditulis oleh Fred Athaboe di Nieuwegein, Belanda, pada tanggal 1 Mei Tahun 2026.




komentar terbaru