Maybrat, wabumpapua.com – Komunitas umat Kristen di Kabupaten Maybrat kembali meneguhkan panggilan iman melalui Rumah Doa bagi Pertobatan dan Keselamatan Israel yang digerakkan oleh keluarga besar Abraham Aitinyo Suku A-3 Maybrat.
Nebrianus Kambuaya, Penanggungjawab Visiun Athena di Tanah Papua, menjelaskan bahwa Rumah Doa Abraham Aitinyo telah menerima surat mandat tugas pelayanan dari Yerusalem yang diberikan oleh Rev. Benjamin Berger dan Rev. Daniel Berger. Mandat tersebut menugaskan untuk terus melakukan konsolidasi dan sosialisasi Visiun Athena baik di lingkungan keluarga, tanah A3, Sorong Selatan, Papua Barat Daya, Papua, Indonesia, hingga ke bangsa-bangsa.
“Ini adalah wujud komitmen iman sekaligus tanggung jawab kekal dari sorga. Para pendeta dan pelayan yang telah menerima surat mandat dari berbagai denominasi gereja, seperti GPdI, GEKARI, dan GGP di Papua Barat Daya serta Papua, juga akan terus menggerakkan sosialisasi pelayanan Visiun Athena ke berbagai wilayah di Papua dan Indonesia,” jelas Nebrianus Kambuaya, Senin (22/9/2025).
Ia menegaskan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali kewajiban umat Kristen mendoakan dan mendukung bangsa Israel sebagai bagian dari panggilan iman gereja di Papua.
“Berdoa bagi Israel adalah panggilan iman yang tidak boleh diabaikan, karena ketika kita memberkati umat Allah, maka berkat itu juga mengalir bagi keluarga, suku, dan bangsa kita,” ungkapnya.
Dasar pelayanan Rumah Doa ini berlandaskan firman Tuhan dalam Kejadian 12:3:
“Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau; dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.”
Selain itu, rumah doa ini juga menekankan visi penyatuan gereja di Papua dengan gereja di Israel, sebagaimana tertulis: “Penyatuan dan kesatuan gereja di Papua dan gereja di Israel – Jemaat Anak Domba di Gunung Sion Yerusalem – Komunitas Mesianik Tubuh Kristus.”
Visi tersebut erat kaitannya dengan Visiun Athena 31 Januari 1985, yang berisi pesan Tuhan Yesus:
“Berdoalah bagi umat-Ku Israel, maka Aku akan memberkati engkau dan keluargamu dan bangsamu bersama-sama dengan umat-Ku Israel.”
Momentum iman yang dimulai sejak 18 Maret 1994 itu hingga kini terus dihidupi oleh umat di Maybrat melalui doa, ibadah, serta komitmen pelayanan. Melalui ajaran ini, umat diingatkan untuk tidak hanya berdoa bagi diri sendiri dan bangsanya, tetapi juga bagi Israel sebagai umat pilihan Allah.
Kehadiran Rumah Doa Abraham Aitinyo Suku A-3 Maybrat diharapkan menjadi pusat penguatan rohani, wadah persatuan gereja, serta sarana bagi umat Kristen Papua dalam menunaikan panggilan strategis bagi pekerjaan Tuhan di Tanah Papua dan bagi bangsa-bangsa.




komentar terbaru