MAYBRAT, WABUMPAPUA.COM — Suasana duka menyelimuti masyarakat Kampung Seya dan Kampung Rufases dalam prosesi penjemputan jenazah almarhum Gustap Bame, sosok pemimpin yang dikenal berjasa besar dalam perjalanan pemerintahan kampung selama puluhan tahun.
Prosesi penjemputan jenazah berlangsung penuh haru dan penghormatan, dihadiri warga masyarakat kedua kampung serta seluruh keluarga besar yang berduka di Kampung Seya. Kehadiran masyarakat menjadi bentuk penghormatan terakhir atas pengabdian dan dedikasi almarhum semasa hidupnya.
Almarhum Gustap Bame dikenang sebagai kepala desa yang menjalankan amanah kepemimpinan sejak tahun 1970 hingga 2007. Mandat kepemimpinan tersebut dipercayakan langsung oleh almarhum Daud Asse Meyor Sipat Nauw kepada Gustap Bame untuk memimpin dan melayani masyarakat Kampung Seya.
Selama kurang lebih 37 tahun mengabdi sebagai kepala desa, almarhum dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam membangun kehidupan masyarakat, menjaga persatuan warga, serta menjadi figur panutan bagi generasi penerus.
Dalam ungkapan duka keluarga dan masyarakat, kepemimpinan serta pengabdian almarhum disebut sebagai warisan berharga yang akan terus dikenang oleh anak cucu dan seluruh masyarakat yang ditinggalkan.
“Kepergian Bapak Gustap Bame bersama mandat kepemimpinannya selama 37 tahun sangat berkenang dan berharga bagi kami anak cucu sebagai pewaris yang ditinggalkan,” ungkap keluarga dalam suasana duka.
Masyarakat juga menyampaikan doa dan penghormatan terakhir kepada almarhum.
“Selamat jalan dan berbahagia bersama para kudus di surga. Tuhan memberkati,” ujar keluarga dan masyarakat yang hadir.
Kepergian almarhum Gustap Bame meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Kampung Seya dan Rufases. Namun semangat pengabdian, keteladanan, dan kepemimpinannya akan terus dikenang sebagai bagian penting dalam sejarah perjalanan kampung(Ones).




komentar terbaru