Maybrat, wabumpapua.com – Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil ke-171 di Tanah Papua, Gedung Gereja GKI Kanaan Sory Klasis Aifat resmi diresmikan dan ditahbiskan. Peresmian dilakukan oleh Bupati Maybrat, Karel Murafer, bersama Wakil Ketua III Sinode GKI di Tanah Papua, Pnt. Naomi Netty Howay, pada Kamis (5/02/2026), di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi penjemputan tamu kehormatan serta penyerahan cenderamata kepada Bupati Maybrat, Wakil Ketua III Sinode GKI di Tanah Papua, Ketua PKK Maybrat, dan Ketua PSW YPK Provinsi Papua Barat Daya. Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai seluruh tahapan acara.
Prosesi pemindahan peralatan pelayanan dari gedung gereja lama ke gedung gereja baru berlangsung khidmat. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita serta penandatanganan prasasti oleh Bupati Maybrat dan Wakil Ketua III Sinode GKI di Tanah Papua sebagai simbol dimulainya pelayanan di gedung yang baru.
Dalam sambutannya, Bupati Maybrat Karel Murafer menyampaikan bahwa peresmian dan pentahbisan Gedung Gereja GKI Kanaan Sory merupakan momentum istimewa karena bertepatan dengan peringatan masuknya Injil ke Tanah Papua yang ke-171 tahun.
“Peristiwa ini jarang terjadi karena peresmian gereja bertepatan dengan peringatan Injil masuk ke Tanah Papua. Momentum ini mengusung tema pertobatan yang mendatangkan berkat,” ujar Karel Murafer.
Ia menegaskan bahwa kehadiran gereja baru diharapkan menjadi tempat bagi umat untuk mencari keselamatan, menerima berkat, serta mempererat persekutuan dalam beribadah, bersaksi, dan melayani Tuhan.
Bupati juga menyoroti kondisi keamanan di wilayah Aifat Timur dan Aifat Selatan yang menurutnya tetap kondusif selama sebelas bulan terakhir masa kepemimpinannya. Hal tersebut, kata dia, tidak terlepas dari dukungan masyarakat serta sinergi bersama TNI dan Polri.
“Kami telah melakukan pendekatan melalui gereja Katolik, GKI, dan berbagai denominasi lainnya sehingga konektivitas daerah dapat berjalan baik. Saya menjamin kondisi keamanan daerah berlangsung 1×24 jam,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III Sinode GKI di Tanah Papua, Penatua Naomi Netty Howay, menyampaikan bahwa terdapat dua makna penting dari sejarah Pekabaran Injil di Tanah Papua, yakni ajakan kepada umat untuk hidup dalam pertobatan demi memperoleh keselamatan, serta rasa syukur atas diresmikannya gedung baru Jemaat GKI Kanaan Sory.
Menurutnya, kehadiran gedung gereja yang baru harus menjadi sarana untuk memperkuat iman jemaat sekaligus mendorong pelayanan gereja yang semakin bertumbuh di tengah masyarakat.
Peresmian Gedung Gereja GKI Kanaan Sory Klasis Aifat diharapkan menjadi tonggak baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan rohani serta mempererat persatuan umat di Kabupaten Maybrat;(ones).




komentar terbaru