MAYBRAT, WABUPPAPUA.COM – Masyarakat Kampung Sabun, Kampung Kasar, dan Kampung Itigiah, Distrik Aitinyo Tengah, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, mengeluhkan minimnya pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar yang mereka rasakan selama kurang lebih 15 tahun terakhir sejak kampung-kampung tersebut berdiri.Keluhan tersebut disampaikan Kepala Kampung Sabun, Noh Singgir, kepada awak media pada Selasa (23/6/2026).
Ia menyatakan bahwa hingga saat ini masyarakat di ketiga kampung masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama akses jalan, pendidikan, kesehatan, dan sarana umum lainnya.
Menurut Noh Singgir, selama bertahun-tahun masyarakat setempat tetap mempertahankan wilayahnya sebagai bagian dari Kabupaten Maybrat karena memiliki ikatan kultur dan budaya yang kuat dengan masyarakat suku Maybrat.
“Kami bersama masyarakat selama ini terus berjuang mempertahankan wilayah ini tetap berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Maybrat karena faktor budaya dan kekerabatan sebagai orang Maybrat. Kami juga selalu mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari pemilu, pilpres, pilkada hingga program-program pembangunan lainnya,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengaku masyarakat belum merasakan pembangunan yang signifikan dari pemerintah daerah, terutama terkait kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Selama kurang lebih 15 tahun ini, kami belum merasakan kebijakan pembangunan yang menyentuh kebutuhan utama masyarakat seperti pembangunan jalan, pendidikan, kesehatan, maupun fasilitas umum lainnya. Pembangunan yang kami rasakan selama ini lebih banyak berasal dari program pemerintah pusat melalui Dana Desa,” katanya.
Atas kondisi tersebut, masyarakat dari ketiga kampung berharap Pemerintah Kabupaten Maybrat di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Maybrat dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan di wilayah perbatasan tersebut.
Noh Singgir menjelaskan bahwa akses jalan menjadi kebutuhan paling mendesak karena selama ini masyarakat masih mengalami kesulitan mobilitas yang berdampak pada berbagai sektor kehidupan.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat segera membangun infrastruktur jalan yang selama bertahun-tahun menjadi pergumulan masyarakat. Kami berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Sorong Selatan sehingga membutuhkan perhatian yang serius,” ungkapnya.
Selain infrastruktur jalan, masyarakat juga meminta peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan. Mereka berharap adanya penambahan tenaga guru, ruang belajar yang memadai, penyediaan mebel sekolah, pembangunan posyandu, serta penempatan tenaga kesehatan di wilayah tersebut.
Menurutnya, keterbatasan fasilitas kesehatan membuat masyarakat selama ini lebih banyak mengakses layanan kesehatan di wilayah Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan.
“Kami berharap pemerintah memperhatikan kebutuhan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan di wilayah kami. Selama ini masyarakat banyak berobat ke Puskesmas Moswaren di Sorong Selatan karena keterbatasan pelayanan kesehatan yang tersedia,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan sarana dan prasarana yang layak, baik di bidang pendidikan maupun kesehatan.
Mewakili masyarakat Kampung Sabun, Kampung Kasar, dan Kampung Itigiah, Noh Singgir berharap aspirasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Maybrat.
“Kami berharap keluhan dan aspirasi masyarakat ini dapat dijawab melalui kebijakan pemerintah daerah. Bila memungkinkan, kebutuhan pembangunan yang mendesak dapat diakomodasi dalam APBD Perubahan sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaat pembangunan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Maybrat terkait aspirasi masyarakat tiga kampung tersebut. (Roy)




komentar terbaru