MAYBRAT, WABUPPAPUA.COM – Pemerintah Kabupaten Maybrat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maybrat menggelar kegiatan Sosialisasi Aktivasi Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) Tahun Anggaran 2026 di Ayamaru.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Maybrat, Zergius Turot, S.Sos, dan dihadiri oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Hosea solossa, para kepala bidang, kepala seksi dan staf serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Maybrat yang berkenan hadir.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesiapsiagaan, serta koordinasi antarinstansi dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kabupaten Maybrat. Melalui aktivasi Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana, seluruh unsur terkait diharapkan mampu bekerja secara terintegrasi, cepat, dan efektif dalam memberikan pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat saat terjadi keadaan darurat.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Maybrat Zergius Turot menegaskan
menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan langkah strategis yang harus menjadi perhatian bersama dalam upaya mengurangi risiko serta dampak yang ditimbulkan oleh berbagai jenis bencana. Kesiapsiagaan yang baik akan membantu mempercepat respons penanganan, meminimalkan kerugian, serta melindungi keselamatan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan memerlukan sinergi, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang terpadu antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, organisasi kemasyarakatan, lembaga terkait, serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun sistem penanganan bencana yang tangguh, efektif, dan responsif.

Ia juga menekankan bahwa melalui koordinasi yang baik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan upaya mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana dapat berjalan secara optimal demi melindungi masyarakat dan mewujudkan ketahanan daerah terhadap berbagai potensi bencana.

“Diperlukan kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh lapisan masyarakat untuk membangun sistem penanganan bencana yang tangguh dan responsif,” ujarnya.

Sementara itu kepala bidang pencegahan dan logistik pada dinas
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD )Kabupaten Maybrat Nikson Iek dalam laporannya kegiatan sosialisasi ini menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, menyamakan persepsi mengenai mekanisme penanganan darurat, serta meningkatkan pemahaman mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing pihak dalam struktur komando penanganan bencana.

Melalui kegiatan ini, para peserta diberikan pemahaman mengenai prosedur aktivasi sistem komando, pola koordinasi antarinstansi, hingga langkah-langkah yang harus dilakukan dalam merespons situasi darurat secara cepat dan tepat.
Dengan mengusung semangat “Tangguh, Siap Melayani”, Pemerintah Kabupaten Maybrat berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, baik bencana alam maupun nonalam.

Diharapkan melalui sosialisasi ini, seluruh peserta dapat memahami mekanisme penanganan darurat secara lebih baik sehingga mampu memberikan respons yang cepat, tepat, dan terkoordinasi demi keselamatan serta perlindungan masyarakat Kabupaten Maybrat(Ones).