Maybrat, Wabumpapua.com – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Maybrat, Hendrik Frasawi, S.Sos., M.AP., mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Maybrat untuk bersama-sama memperkuat fondasi dan meningkatkan mutu pendidikan mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) hingga jenjang pendidikan dasar.

Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk keprihatinan sekaligus komitmen untuk membangkitkan kembali semangat seluruh elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan pendidikan di Kabupaten Maybrat.

Hendrik menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun para guru.
Menurutnya, diperlukan keterlibatan aktif seluruh stakeholder, mulai dari kepala distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, gereja, yayasan pendidikan, pengelola satuan pendidikan, hingga masyarakat di lingkungan sekolah.
“Waktunya kita bersama-sama menggerakkan pendidikan di seluruh Maybrat. Fondasi pendidikan kita saat ini masih perlu diperkuat. Karena itu, kita harus mulai dari TK dan SD. Kalau fondasi pada jenjang tersebut kuat, maka pendidikan pada tingkat SMP dan SMA akan lebih mudah untuk dikembangkan,” ujar Hendrik, jumat (7/8/2026).

Ia mengatakan, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius adalah masih lemahnya partisipasi masyarakat dan stakeholder dalam melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, sekolah tidak boleh berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat dan lembaga yang memiliki tanggung jawab terhadap keberadaan satuan pendidikan tersebut.

Khusus sekolah yang berada di bawah naungan yayasan, Hendrik berharap fungsi dan peran yayasan dapat lebih terlihat dalam pengelolaan manajemen, tata kelola, pembinaan tenaga pendidik maupun pengawasan terhadap perkembangan sekolah.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan gereja, khususnya dalam mendukung keberadaan sekolah-sekolah yang secara historis memiliki hubungan erat dengan lembaga keagamaan.
“Kalau kita mau pendidikan di Maybrat menjadi lebih baik, semua harus terlibat. Pemerintah memiliki tanggung jawab, yayasan memiliki tanggung jawab, gereja memiliki tanggung jawab, begitu juga masyarakat. Semua harus duduk bersama dan menentukan bagian masing-masing,” tegasnya.

Masyarakat Diminta Tidak Hanya Bicara Dana Kampung
Hendrik juga mengingatkan kepala distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat agar tidak hanya fokus membicarakan persoalan pembangunan dan dana kampung, tetapi turut memberikan perhatian terhadap perkembangan pendidikan di wilayah masing-masing.

Menurutnya, kepala distrik memiliki posisi strategis untuk memastikan sektor pendidikan di wilayahnya berjalan dengan baik, termasuk melakukan koordinasi dengan sekolah, pemerintah kampung, masyarakat dan pihak keamanan apabila terdapat persoalan yang mengganggu proses pendidikan.
“Selama ini saya melihat masyarakat, tokoh masyarakat maupun kepala distrik belum banyak terlibat dalam mengevaluasi perkembangan pendidikan dan budaya di wilayah masing-masing. Padahal mereka mempunyai peran yang sangat penting,” katanya.

Ia menilai, pengawasan sosial dari masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk memastikan tenaga pendidik dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara baik.

Jika pemerintah telah menyediakan anggaran, sarana dan prasarana pendidikan, namun tidak diikuti dengan pengawasan dan kontrol sosial yang kuat di tingkat masyarakat, maka upaya peningkatan mutu pendidikan akan sulit mencapai hasil maksimal.

Guru Diminta Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi
Selain mengajak masyarakat meningkatkan partisipasi, Hendrik juga memberikan perhatian khusus kepada para guru di Kabupaten Maybrat.
Ia meminta para tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kapasitas, menata diri dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya kemajuan teknologi yang semakin cepat.

Menurutnya, perubahan teknologi menuntut dunia pendidikan untuk membangun sistem pembelajaran yang mampu mempersiapkan generasi Maybrat menghadapi masa depan.
“Perkembangan teknologi memaksa semua orang untuk bergerak, menata diri dan menyiapkan sistem yang permanen agar kita mampu mengelola sumber daya manusia dengan baik,” jelasnya.

Hendrik berharap guru tidak hanya menjalankan rutinitas mengajar, tetapi juga terus mengembangkan kompetensi dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era perubahan teknologi.
Ia menegaskan bahwa pembangunan pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh atau holistik, dengan memperhatikan aspek akademik, karakter, budaya, keterampilan, lingkungan sosial serta perkembangan teknologi.

Dorong Program Inovasi Pendidikan
Ke depan, Dinas PPO Kabupaten Maybrat juga berkomitmen mengembangkan berbagai program dan inovasi pendidikan yang telah dirancang untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah tersebut.

Hendrik mengharapkan dukungan dan partisipasi seluruh pihak agar program-program tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten dan memberikan dampak nyata bagi peserta didik.
“Kita mohon dukungan dari semua pihak. Kalau kita sudah memiliki tekad yang sama untuk mendorong pendidikan, saya yakin pendidikan di Maybrat akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Ia berharap mulai tahun mendatang dapat terlihat perubahan dan peningkatan dalam penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Maybrat, terutama melalui penguatan fondasi pendidikan, peningkatan kapasitas guru, penguatan tata kelola sekolah, serta meningkatnya partisipasi masyarakat.

Hendrik menutup ajakannya dengan menegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, sekolah, yayasan, gereja, masyarakat, tokoh adat, kepala distrik, kepala kampung dan seluruh stakeholder harus mengambil peran sesuai tanggung jawab masing-masing.
“Kalau kita ingin melihat anak-anak Maybrat memiliki masa depan yang lebih baik, maka mulai hari ini kita harus bergerak bersama untuk pendidikan,” pungkasnya(Ones).