Maybrat, wabumpapua.com –
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ayamaru, Yosmina Isir, S.Pd., MM, secara tegas membantah pernyataan yang disampaikan oleh Anggota DPRK Maybrat, Naftali Kambu, SH, saat melakukan kunjungan kerja (kungker) ke SMP Negeri 2 Ayamaru pada bulan Desember 2025 lalu.

Bantahan tersebut disampaikan Yosmina Isir dalam klarifikasinya terkait isu yang beredar di media sosial mengenai dugaan kurang aktifnya dirinya dalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah.

“Saya perlu meluruskan bahwa pernyataan tersebut tidak benar. Selama kurang lebih dua tahun saya tetap aktif menjalankan tugas dan fungsi sebagai kepala sekolah,” tegas Yosmina Isir, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa tugas kepala sekolah tidak hanya terbatas pada kehadiran fisik di sekolah, melainkan juga menjalankan enam fungsi kepemimpinan, salah satunya fungsi kontrol dan pengembangan mutu sekolah, termasuk mengikuti berbagai kegiatan kedinasan di luar daerah demi kepentingan lembaga pendidikan yang dipimpinnya.

Menurut Yosmina, selama masa kepemimpinannya, ia tetap melaksanakan penilaian kinerja guru dan pengelolaan sekolah sesuai ketentuan. Bahkan, ia sempat mengikuti proses penilaian hingga ke BKN Regional dan pusat di Jakarta, meski hasil penilaian tersebut belum terekam secara administratif.

“Sebagai pimpinan tentu saya kecewa, karena kami bekerja keras tetapi belum sepenuhnya tercatat. Namun itu tidak menyurutkan semangat saya untuk tetap bekerja dan berprestasi,” ujarnya.

Yosmina juga membeberkan sejumlah prestasi yang berhasil diraih, baik secara pribadi maupun institusi. Pada 14 Desember 2025, ia menerima penghargaan Kepala Sekolah Inovatif di Jakarta dan berhasil meraih Juara III Kategori Inovasi Tingkat Nasional.

Selain itu, SMP Negeri 2 Ayamaru juga dipercaya mengikuti Hari Guru Nasional tingkat Provinsi Papua Barat Daya, serta dipersiapkan mewakili Kabupaten Maybrat dalam program Sekolah Adiwiyata tahun 2026.

“Jika saya dinilai tidak bekerja, lalu bagaimana sekolah ini bisa dikenal sampai tingkat nasional?” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa selama dua periode kepemimpinannya, SMP Negeri 2 Ayamaru mengalami peningkatan signifikan, mulai dari akreditasi C meningkat menjadi B, masuk sebagai Sekolah Imbas, hingga ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak.

Yosmina mengakui masih ada dinamika internal di sekolah, namun menurutnya tidak benar jika dikatakan seluruh guru melakukan penolakan atau konfrontasi terhadap kepemimpinannya.

“Jumlah guru di sekolah ini 21 orang. Yang melakukan konfrontasi hanya satu atau dua orang saja, bukan seluruh guru,” jelasnya.

Ia mengajak seluruh guru untuk tetap menjaga profesionalisme dan meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, bimtek, dan berbagai kegiatan pengembangan diri.

“Guru adalah profesi mulia. Mari kita bangun pendidikan di Maybrat dengan hati, ilmu, dan kebersamaan, bukan dengan emosi,” ajaknya.

Menutup pernyataannya, Yosmina berharap tahun 2026 menjadi momentum untuk meninggalkan perbedaan dan memperkuat kolaborasi demi mencerdaskan anak-anak di Kabupaten Maybrat.

“Saya tetap menjalankan tugas sebagai kepala sekolah definitif sampai ada keputusan resmi. Mari kita rapatkan barisan dan bangun pendidikan yang lebih baik,” pungkasnya.