Sorong Selatan, Wabumpapua.com — Wakil Bupati Sorong Selatan, Yohan Bodory, S.Sos., M.Tr.Ap., mengajak seluruh masyarakat di wilayah adat Imeko, khususnya Distrik Kokoda, untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan tersebut disampaikan Yohan Bodory dalam kegiatan pelayanan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sekaligus sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Sorong Selatan.
Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Bupati Sorong Selatan sekaligus Kepala Suku Besar Imeko, Yohan menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, aparat keamanan maupun seluruh masyarakat.
Menurutnya, masyarakat yang hidup dalam suasana aman, tertib dan nyaman akan lebih mudah melaksanakan berbagai aktivitas sosial dan ekonomi. Karena itu, setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat hendaknya diselesaikan secara bijaksana dan tidak dengan tindakan main hakim sendiri.
“Kalau masyarakat hidup aman, nyaman dan tertib, maka kenyamanan itu dapat kita rasakan bersama. Karena itu, mari kita menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kita,” ujar Yohan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah persatuan dan kesatuan. Apabila terdapat orang yang tidak dikenal atau aktivitas yang dianggap mencurigakan, masyarakat diminta melakukan koordinasi dengan pemerintah kampung, pemerintah distrik maupun aparat keamanan.
“Kalau ada orang yang datang dan keberadaannya patut dipertanyakan, jangan kita mengambil tindakan sendiri. Tanyakan maksud dan tujuannya serta koordinasikan dengan pihak yang berwenang. Serahkan kepada aparat untuk melakukan pendalaman dan mengambil langkah sesuai aturan,” tegas Yohan, sabtu(22/8/2026).
Hormati Perjuangan Para Pendahulu
Dalam kesempatan tersebut, Yohan juga mengajak masyarakat untuk menghargai sejarah perjuangan para pendahulu bangsa serta mempertahankan persatuan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa perjuangan generasi saat ini tidak lagi dilakukan dengan senjata atau bambu runcing, tetapi melalui pembangunan, pendidikan, pelayanan masyarakat, peningkatan kesejahteraan dan menjaga persatuan.
Menurutnya, generasi sekarang memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan cita-cita para pendahulu dengan membangun daerah dan menciptakan kehidupan masyarakat yang aman serta sejahtera.
Yohan juga menyinggung sejarah Pepera dan keterlibatan sejumlah tokoh masyarakat Papua dalam proses tersebut. Ia mengajak generasi muda untuk menghargai para tokoh dan orang tua yang telah mengambil bagian dalam perjalanan sejarah Papua dan Indonesia.
“Karena kita mempunyai orang-orang tua yang telah membuat kita ada bersama-sama sampai hari ini, maka kewajiban kita adalah menjaga kebersamaan dan persatuan,” katanya.
Lebih lanjut, Yohan menegaskan bahwa persatuan masyarakat Imeko harus terus dijaga. Ia meminta seluruh masyarakat di wilayah adat Imeko agar tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan tertentu yang berpotensi menimbulkan konflik antarmasyarakat.
Koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah distrik, pemerintah kampung, tokoh adat dan masyarakat, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas wilayah.
“Kita jangan terprovokasi. Kepentingan masyarakat harus tetap kita jaga, kita rawat dan kita persatukan kembali. Kita harus tetap menghargai pemerintah daerah, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan momentum penyaluran BLT secara positif. Bantuan pemerintah, kata dia, harus dimanfaatkan sesuai kebutuhan keluarga dan tidak digunakan untuk kegiatan yang dapat mengganggu keamanan maupun ketertiban.
Yohan secara khusus mengingatkan masyarakat mengenai bahaya minuman keras (miras) yang dapat menjadi salah satu faktor pemicu gangguan keamanan dan keresahan sosial apabila disalahgunakan.
“Jangan sampai bantuan yang diterima justru digunakan untuk hal-hal yang tidak kita harapkan. Kita harus menjaga keluarga dan lingkungan agar tetap aman dan tertib,” katanya.
Sementara itu, dalam penyampaian terkait kondisi Distrik Kokoda, ditegaskan bahwa situasi keamanan di wilayah tersebut harus terus dipertahankan. Pelaksanaan rangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, termasuk upacara pada 17 Agustus 2026, disebut berjalan dengan aman dan lancar.
Masyarakat Kokoda juga diharapkan terus menjaga suasana kondusif serta menghormati pemerintahan yang ada, mulai dari tingkat kampung, distrik, kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat.
Yohan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menjaga keamanan selama pelaksanaan kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ia berharap kondisi aman dan terkendali tersebut dapat terus dipertahankan sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut dan gangguan.
“Keamanan, ketertiban dan kenyamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga Kokoda tetap aman, kita hormati pemerintah dan kita pertahankan kebersamaan masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan pelayanan BLT dan sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah bersama tokoh adat untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat sekaligus membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya keamanan, ketertiban dan persatuan di wilayah Sorong Selatan(ones).




komentar terbaru