Maybrat, Wabumpapua.Com — Pemerintah Kabupaten Maybrat melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat kampung dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal dan meningkatkan keterampilan pengolahan hasil pertanian.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Teknis Pengolahan Produk Turunan Kacang Tanah, yang memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah kacang tanah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti selai kacang, kue kacang, sambal kacang, serta produk olahan lainnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program TEKAD di Kabupaten Maybrat yang berlangsung sejak 14 September hingga 14 Oktober 2026.

Pelatih pengolahan teknis produk turunan kacang tanah, Agustina Frasawi, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan kelompok masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang tersedia di kampung untuk dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana kelompok dapat memanfaatkan potensi-potensi yang ada di kampung dan mengembangkan potensi tersebut menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Agustina, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, kacang tanah menjadi salah satu komoditas yang potensial untuk dikembangkan karena tidak hanya dapat dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk siap konsumsi yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan pengetahuan dan keterampilan teknis mulai dari pengolahan bahan baku, proses produksi, hingga pengembangan produk agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas dan layak dipasarkan.

Agustina menjelaskan, kegiatan pelatihan dilaksanakan pada sejumlah kampung dampingan Program TEKAD yang tersebar di tiga distrik, dengan jumlah peserta sekitar 20 orang yang berasal dari kampung-kampung lokasi pelaksanaan kegiatan.
“Fokus kegiatan adalah bagaimana kacang tanah yang dihasilkan kelompok dapat diolah dari bahan mentah menjadi produk yang siap dikonsumsi dan memiliki nilai jual,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelatihan tidak hanya berorientasi pada kemampuan peserta dalam melakukan proses produksi, tetapi juga diarahkan agar kelompok mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Para pelatih bersama pendamping akan terus memberikan dukungan kepada kelompok dalam meningkatkan kualitas produk, menjaga proses produksi, hingga memenuhi berbagai persyaratan yang diperlukan agar produk dapat dipasarkan secara lebih luas.

Agustina mencontohkan, salah satu produk yang telah dikembangkan melalui pelatihan sebelumnya adalah kacang sangrai. Produk tersebut mulai diarahkan untuk memasuki pasar yang lebih luas, meskipun saat ini masih menunggu kelengkapan persyaratan, termasuk proses perizinan halal.
“Sudah ada hasil pelatihan yang mulai berkembang sampai ke pasar. Saat ini masih menunggu izin halal untuk dapat dipasarkan secara lebih luas,” katanya.

Menurut Agustina, keberhasilan program pelatihan akan terlihat ketika kelompok masyarakat mampu menerapkan keterampilan yang telah diperoleh dan secara mandiri menghasilkan produk unggulan dari kampung masing-masing.

Karena itu, para pelatih dan pendamping berkomitmen untuk terus mendampingi kelompok agar hasil pelatihan tidak berhenti pada kegiatan praktik, tetapi dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami sebagai pelatih dan teman-teman pendamping akan terus mendorong kelompok agar hasil dari pelatihan ini dapat menciptakan produk-produk unggulan dari kampung masing-masing,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan serta terus meningkatkan kualitas produk sehingga mampu memiliki daya saing dan nilai jual di pasaran.
“Harapan saya, peserta dapat melanjutkan kegiatan ini dan menghasilkan produk-produk yang berkualitas serta memiliki nilai jual di pasaran,” pungkas Agustina Frasawi.

Melalui Program TEKAD, Pemerintah Kabupaten Maybrat diharapkan dapat terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kampung melalui pemanfaatan potensi lokal, peningkatan keterampilan, pengembangan produk turunan, serta perluasan akses pasar.

Pengolahan kacang tanah menjadi berbagai produk siap konsumsi menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong masyarakat meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, membuka peluang usaha baru, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat kampung;(Ones).