Kota Sorong, Wabumpapua.Com – Kepala Suku Besar Imeko Kabupaten Sorong Selatan, Yohan Bodory, S.Sos., M.Tr.Ap., yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Sorong Selatan, memediasi penyelesaian konflik yang melibatkan warga dari kelompok suku Kokoda, Serui, Imeko, dan Bira Inam Lata di kawasan Rufei, Kota Sorong, Kamis (29/10/2026).
Mediasi tersebut dilakukan untuk meredam ketegangan sekaligus mendorong penyelesaian persoalan secara damai melalui pendekatan kekeluargaan, musyawarah, serta nilai-nilai adat dan budaya masyarakat setempat.
Yohan Bodory mengatakan, dalam insiden saling serang tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka berat. Salah satu korban mengalami putus jari tangan, sedangkan korban lainnya mengalami patah kaki. Saat ini, kedua korban menjadi prioritas untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
“Untuk saat ini, fokus kita adalah memastikan kedua korban mendapatkan perawatan medis sampai kondisinya pulih dan dinyatakan dapat kembali ke rumah. Setelah itu, baru kita membicarakan langkah penyelesaian lebih lanjut,” ujar Yohan.
Dalam proses mediasi tersebut, Yohan hadir bersama Kapolres Sorong Kota, Kapolsek Sorong Barat, Kasat Intelkam, serta sejumlah personel kepolisian. Turut hadir perwakilan pihak suku Bira, termasuk Tiberi, untuk membicarakan langkah-langkah penyelesaian persoalan yang terjadi.
Yohan menegaskan bahwa kesepakatan yang dibicarakan dalam mediasi awal tersebut belum bersifat final. Menurutnya, kondisi kedua korban harus menjadi perhatian bersama sebelum para pihak melanjutkan pembicaraan mengenai penyelesaian konflik secara menyeluruh.
Sebagai Kepala Suku Besar Imeko sekaligus Wakil Bupati Sorong Selatan, Yohan mengajak seluruh pihak yang terlibat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Ia meminta semua pihak mengutamakan dialog dan menghindari aksi saling menyerang.
“Saya mengajak semua pihak untuk berbicara secara baik-baik dan menyelesaikan persoalan ini melalui pendekatan kekeluargaan serta budaya Imeko. Kita harus mengutamakan perdamaian dan tidak lagi melakukan tindakan saling menyerang,” tegasnya.
Menurut Yohan, musyawarah adat dan pendekatan kekeluargaan merupakan bagian penting dalam upaya membangun kembali hubungan baik di antara kelompok masyarakat yang terlibat. Karena itu, ia berharap setiap pihak dapat menghormati proses mediasi dan memberikan ruang bagi penyelesaian persoalan secara damai.
Ia juga menekankan bahwa penanganan medis terhadap kedua korban perlu menjadi perhatian utama. Pembicaraan lanjutan mengenai penyelesaian konflik akan dilakukan setelah kondisi korban dan langkah penanganan selanjutnya menjadi perhatian bersama.
Melalui mediasi tersebut, Yohan berharap seluruh pihak dapat menahan diri, menjaga komunikasi, serta menghormati proses penyelesaian yang sedang berjalan. Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi di Kota Sorong tetap kondusif.
(Ones)




komentar terbaru