Ayamaru Barat, wabumpapua.com– Wakil Bupati Maybrat, Ferdinando Solossa, secara resmi meluncurkan program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang menyasar ibu hamil, bayi, dan balita di Distrik Ayamaru Barat. Program ini menjadi langkah strategis untuk menekan angka stunting yang masih tinggi di Kabupaten Maybrat.Dalam arahannya, Wabup menegaskan bahwa penyelamatan generasi emas 2045 harus dimulai sejak dini, melalui perhatian serius terhadap gizi dan kesehatan anak.

Ia mengingatkan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya ditangani oleh pemerintah provinsi, melainkan harus melibatkan seluruh level pemerintahan, mulai dari kabupaten, distrik, hingga kamperempu“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Program ini harus dijalankan dengan satu data yang valid, sehingga pemerintah kampung dan distrik wajib tahu jumlah penduduk, ibu hamil, bayi, dan balita di wilayahnya. Data ini yang akan menjadi dasar rencana aksi kita,” tegas Ferdinando, Rabu(17/9/2025).

Ia meminta agar semua sektor terkait Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, serta OPD teknis lainnya – benar-benar berkolaborasi dan tidak berjalan dengan ego sektoral. Dengan demikian, intervensi penanganan stunting dapat lebih tepat sasaran.

Wabup juga menekankan pentingnya validasi data antara pusat, provinsi, dan kabupaten agar selaras dengan kondisi riil di lapangan.

“Kita harus memastikan data yang ada benar-benar sesuai, supaya perencanaan strategi jangka pendek maupun jangka panjang bisa terarah dan menjadi dasar kebijakan anggaran di APBD 2025–2026,” jelasnya.Di akhir sambutannya,

Ferdinando menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, khususnya Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB, yang telah mengarahkan program ini ke Kabupaten Maybrat.

Ia berharap ke depan, setiap intervensi yang dilakukan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, bukan hanya mengejar kuantitas program, tetapi juga kualitas dampak yang dirasakan.

Deky Solossa: Penanganan Stunting Jadi Fokus Utama 1000 HPK di Papua Barat Daya. Semetara itu,Decky Salossa, S.Km., M.Kes., Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) serta Kesehatan Masyarakat Provinsi Papua Barat Daya, mewakili Gubernur dalam laporannya menyampaikan bahwa program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi perhatian serius pemerintah, terutama untuk menekan angka stunting yang masih tinggi di wilayah Papua Barat Daya.

“Masalah stunting ini merupakan persoalan nasional yang juga dirasakan hingga ke tingkat provinsi dan kabupaten. Khusus di Papua Barat Daya, angka stunting masih cukup tinggi sehingga perlu perhatian serius baik dari pemerintah pusat hingga ke daerah,” ungkapnya.Ia menjelaskan, fokus utama pelaksanaan program tahun ini berada di Distrik Ayamaru Barat, dengan sasaran langsung pada ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat, khususnya Dinas Kesehatan, yang telah menyambut kami dan mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Kolaborasi ini penting agar intervensi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Deky Solossa.Ia menambahkan, pemerintah akan terus melakukan pendampingan dan pengawalan khusus terhadap anak-anak dan ibu hamil, agar program 1000 HPK benar-benar memberi dampak nyata bagi penurunan angka stunting di Papua Barat Daya.

Turut hadir dalam kegiatan tesebut yakni Ferdinando Solossa, SE (Wakil Bupati Kabupaten Maybrat, Paber Hutahayan, SE., M. Kes Kepala Dinas Kesehatan Kab Maybrat, Decky Salossa, S. Km., M.Kes Kabid P2 P dan Kesmas Provinsi Papua Barat Daya, Para pimpinan OPD Pemda Kabupatan Maybrat, Reni Duwit, S. Km.Ketua Panitia /Kepala puskesmas Ayamru Barat, Barnabas Safkaur Kepala Distrik Ayamaru Barat,Para Kepala Puskesmas se- Kabupaten Maybrat, Para Kader Posyandu se- Distrik Ayamaru Barat yang berkenan hadir.