Maybrat, wabumpapua.com- Gereja Katolik Santa Maria Bunda Allah, Kampung Faan Kahrio, Distrik Aifat Timur Tengah, menjadi pusat kegiatan sosialisasi keamanan dan dukungan program pemerintah pada Minggu (21/9).
Acara ini dihadiri sekitar 50 peserta dari kalangan tokoh adat, masyarakat, dan agama.Dalam kegiatan yang diawali ibadah bersama, Manfred menegaskan bahwa sejak Oktober 2023, banyak masyarakat eksodus telah kembali ke Faan Kahrio.
Menurutnya, hal ini menjadi bukti situasi aman yang harus dijaga.“Jika terjadi satu saja gangguan, wilayah ini akan kembali dicap tidak aman. Mari kita pertahankan keamanan agar pembangunan bisa berjalan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih.
Selain itu, bantuan Kitab Madah Bakti, gitar, dan dana kas gereja dari pemerintah pusat diserahkan sebagai dukungan bagi penguatan iman jemaat.Sementara itu, Drs. Agustinus Saa, M.Si, tokoh adat Aifat Raya, mengingatkan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama.“TNI menjaga perbatasan negara, Polri menjaga seluruh wilayah, dan masyarakat menjaga keamanan diri, keluarga, kampung, dan kabupaten. Jika aman, pembangunan pasti masuk,” tegasnya.
Agustinus juga menyoroti pentingnya membangun harga diri masyarakat Aifat Timur.“Kita jangan mau tertinggal dari wilayah lain. Mari kita angkat harga diri dengan membangun Maybrat secara damai,” tambahnya.Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 10.45 WIT itu ditutup dengan komitmen tokoh adat, masyarakat, serta agama untuk terus menjaga stabilitas keamanan demi kelancaran pembangunan di Kabupaten Maybrat.




komentar terbaru