Sorong, wabumpapua.com – Tiga kader Partai Demokrat di Papua Barat Daya resmi menyatakan pengunduran diri dan memilih bergabung ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Mereka adalah Yoris Rumbewas dari Kabupaten Raja Ampat, serta Nebrianus Kambuaya dan Naftali Hara dari Kabupaten Maybrat.

Deklarasi bergabungnya ketiga tokoh tersebut berlangsung pada Senin (22/9/2025) dan diterima langsung oleh Ketua DPW PKB Papua Barat Daya, Abdullah Gazam.

Yoris Rumbewas, yang dikenal sebagai mantan anggota DPRK Raja Ampat selama dua periode, menegaskan bahwa pilihannya bergabung ke PKB didasari keyakinan akan sistem kaderisasi yang berjalan baik dalam tubuh partai tersebut.

“Mulai hari ini saya menyatakan mengundurkan diri dari Partai Demokrat dan resmi bergabung ke PKB. Saya siap membangun serta memajukan PKB di Kabupaten Raja Ampat. Saat ini saya diberikan amanah sebagai Sekretaris DPC PKB Raja Ampat, dan kami berkomitmen merebut kursi DPRD bagi PKB yang selama ini belum pernah ada di DPRK Raja Ampat,” ujar Yoris.

Menurutnya, selama 10 tahun berkiprah di Partai Demokrat, ia tidak menemukan pola kaderisasi yang terarah seperti yang ada di PKB. Ia menilai PKB konsisten menjaga sikap politik santun, memperjuangkan aspirasi masyarakat, serta memberi ruang yang nyata bagi kader.

Sementara itu, mantan anggota DPRD Maybrat periode 2019–2024, Nebrianus Kambuaya, juga menegaskan sikap yang sama. Ia bersama rekannya, Naftali Hara, menyatakan hengkang dari Demokrat dan resmi berlabuh di PKB.

“Saya melihat kaderisasi di PKB dilakukan secara jujur, transparan, dengan komunikasi politik yang terbuka kepada masyarakat. Karena itu saya memilih bergabung ke PKB,” tegas Nebrianus.

Nebrianus bersama Yoris Rumbewas dan Naftali Hara menyampaikan terima kasih kepada jajaran pimpinan PKB, mulai dari pusat hingga daerah, khususnya kepada Ketua DPW PKB Papua Barat Daya, Abdullah Gazam, yang telah menerima mereka bergabung.

Dengan bergabungnya tiga tokoh politik tersebut, diharapkan PKB Papua Barat Daya semakin solid dalam melakukan konsolidasi dan memperkuat basis dukungan di Kabupaten Raja Ampat maupun Maybrat menjelang kontestasi politik mendatang.