Soan, Wabumpapua– Dengan berlandaskan firman Tuhan “Paulus menanam, Apolos menyiram dan Tuhan yang memberikan pertumbuhan” (1 Korintus 3:6), tokoh masyarakat Paulus Lokden menunjukkan teladan nyata melalui aksi penanaman pohon di Kampung Soan, senin (22/9/2025).
Dalam kegiatan sederhana namun penuh makna itu, Paulus Lokden menegaskan bahwa menanam bukan hanya soal menjaga kelestarian alam, tetapi juga bagian dari warisan iman bagi generasi penerus, khususnya masyarakat Temsos.
“Kami menanam untuk generasi penerus Temsos. Tuhanlah yang memberi pertumbuhan, tetapi kita punya tanggung jawab untuk menanam dan merawat,” ungkap Paulus Lokden.
Menurutnya, penanaman pohon adalah simbol kerja sama antara manusia dan Tuhan. Tugas manusia adalah mengolah, menjaga, serta menanam, sementara hasil dan pertumbuhannya diberikan oleh Tuhan.
Aksi ini sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat untuk tidak abai terhadap lingkungan. Paulus menekankan, generasi masa depan membutuhkan tanah dan hutan yang tetap terjaga, agar kehidupan mereka tetap lestari.
“Kalau kita tidak menanam sekarang, apa yang akan dinikmati anak cucu kita nanti? Mari kita semua ikut menjaga alam sebagai berkat Tuhan,” pesannya.
Melalui gerakan kecil seperti ini, Paulus Lokden ingin membangkitkan kesadaran bersama bahwa iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata, salah satunya dengan merawat bumi ciptaan Tuhan demi kehidupan generasi mendatang.




komentar terbaru