Ayata, Maybrat,wabumpapua.com– Dalam rangka kunjungan peresmian Program Sekolah Sepanjang Hari (Full Day School) di Distrik Aifat Timur Raya, Sekretaris Daerah Kabupaten Maybrat, Ferdinandus Taa, S.H., M.Si., meluangkan waktu untuk melakukan pertemuan khusus bersama para Kepala Kampung se-Aifat Timur Raya, pada Selasa, 2 Oktober 2025 di Kampung Ayata.

Pertemuan ini difokuskan untuk mengevaluasi dan memastikan pelaporan Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2025, serta mendorong percepatan pelaporan dan penggunaan dana secara tepat sasaran sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Momen kunjungan ini sekaligus kami manfaatkan untuk mengecek langsung progres pelaporan Dana Desa. Tahap pertama tahun anggaran 2025 ini sangat krusial, karena akan menentukan kelancaran pencairan tahap berikutnya,” ujar Ferdinandus dalam sambutannya.

Dalam arahannya, Sekda menekankan bahwa pemerintah daerah serius dalam melakukan monitoring dan pengawasan terhadap Dana Desa, agar setiap rupiah yang digelontorkan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat kampung.

“Jangan ada kepala kampung yang main-main dengan dana desa. Ini uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan, digunakan untuk pembangunan kampung, bukan kepentingan pribadi,” tegasnya.

Selain itu, Sekda juga meminta kerjasama aktif dari aparat distrik, pendamping desa, dan pengelola keuangan kampung untuk mendampingi dan memastikan pelaporan berjalan sesuai pedoman teknis dari pemerintah pusat dan daerah.

Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan dana desa harus sinkron dengan prioritas pembangunan kabupaten, termasuk bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

“Dana desa harus menjadi alat untuk mendorong percepatan pembangunan. Termasuk mendukung program-program strategis seperti Sekolah Sepanjang Hari yang baru saja diluncurkan,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Maybrat melalui Sekda berkomitmen untuk terus mendampingi dan membina kampung-kampung dalam pengelolaan dana desa. Ia juga membuka ruang komunikasi terbuka bagi para kepala kampung yang mengalami kendala administrasi maupun teknis.

“Pemerintah daerah siap membantu. Silakan sampaikan kendala, asal dengan niat baik dan terbuka,” tutup Ferdinandus.