Nieuwegein,Belanda ,wabumpapua.com -Tokoh Kristen asal Papua, Fred Athaboe, SH., kembali menyerukan pentingnya dukungan spiritual terhadap Bangsa Israel dan Yahudi melalui surat pelajaran rohani ke-12 yang dikirimkan dari Belanda. Dalam surat tersebut, Fred mengajak seluruh umat Kristen di Tanah Papua dan dunia untuk setia mendoakan pertobatan dan keselamatan bangsa Israel sebagai bagian dari ketaatan pada janji Tuhan dan nubuatan Alkitab.
“Tanah Papua bersama seluruh umat Kristen harus terus setia mendoakan pertobatan dan keselamatan Bangsa Yahudi dan Israel. Pemulihan Israel akan membawa juga pemulihan bagi Papua,” tegas Fred dalam suratnya yang penuh semangat iman.
Fred menyampaikan rasa syukurnya atas komitmen umat Kristen di Papua Barat dan Papua Nugini (PNG) yang selama lebih dari 40 tahun telah mendoakan keselamatan Bangsa Yahudi. Ia juga menyoroti sikap tegas pemerintah PNG dalam mendukung Israel di forum internasional, termasuk di Sidang Umum PBB.
“Tuhan telah menyelamatkan Tanah Papua dari murka-Nya yang akan menimpa bangsa-bangsa yang mengutuki Israel,” tulisnya.
Menurutnya, garis pemisah antara bangsa yang memberkati dan yang mengutuki Israel sebagaimana dinyatakan dalam Kejadian 12:3 terus berlaku hingga saat ini.
Fred menyoroti upaya sebagian kalangan Yahudi Ortodoks yang tengah mempersiapkan pembangunan Bait Suci Ketiga di atas Gunung Sion, lokasi yang saat ini ditempati Masjid Al-Aqsa dan Kubah Batu. Ia mengingatkan bahwa penggalian terowongan di bawah kompleks tersebut berpotensi memicu ketegangan global, bahkan konflik besar dengan dunia Islam.
“Jika kedua masjid itu runtuh karena bencana alam atau guncangan, 2,2 miliar umat Islam di dunia bisa menyerbu Israel. Ini bisa menjadi pemicu konflik akhir zaman,” ujar Fred, jumat (3/10/2025).
Fred memandang bahwa Tuhan sendirilah yang ‘mengizinkan’ pembangunan rumah-rumah ibadah Islam di tempat tersebut sebagai cara untuk mencegah Bangsa Yahudi mengulangi kesalahan masa lalu: mempersembahkan korban binatang dan menolak darah Perjanjian Baru dari Yesus Kristus.
Mengulas sejarah kehancuran Bait Suci Kedua pada tahun 70 Masehi oleh Jenderal Titus dari Romawi, Fred menjelaskan bahwa tindakan Bangsa Yahudi saat itu menolak Mesias dan tetap mempersembahkan darah hewanmenjadi penyebab murka Tuhan yang mengakibatkan pembumihangusan Yerusalem dan diaspora panjang bangsa tersebut.
“Selama 1878 tahun, Bangsa Yahudi hidup tercerai berai sampai kembali ke Tanah Perjanjian dan memproklamasikan Negara Israel pada 14 Mei 1948,” terangnya.
Baginya, fakta sejarah tersebut menjadi peringatan agar Bangsa Israel hari ini tidak kembali menolak karya keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus.
Fred Athaboe mengajak seluruh gereja dan umat Kristen di Tanah Papua, serta komunitas global, untuk tekun berdoa agar Bangsa Yahudi menerima Yesus sebagai Mesias mereka. Ia percaya bahwa pertobatan nasional Israel akan memicu kebangkitan rohani global yang besar dan menyongsong Kerajaan 1000 Tahun Damai di bumi.
“Pertobatan Bangsa Yahudi yang percaya Yesus akan membawa kebangkitan rohani secara besar-besaran di seluruh dunia,” katanya.
Sebagai penutup, Fred menyampaikan doa dan berkat bagi semua pembaca: “Kiranya Tuhan Yesus sesuai dengan janji-Nya dalam Visiun Athena Tahun 1985 selalu memberkati Anda, keluarga Anda, dan seluruh bangsa,” tulisnya sambil mengajak merenungkan bacaan Alkitab Yohanes 4:23-26 sebagai bahan diskusi.




komentar terbaru