Sorong, wabumpapua.com — Dalam rangka memperdalam pemahaman rohani dan memperkuat panggilan pelayanan di Tanah Papua, Nebrianus Kambuaya menyampaikan sejumlah bahan pengajaran yang dapat digunakan dalam seminar maupun pembinaan rohani. Materi ini berfokus pada enam aspek penting dalam kehidupan orang percaya: panggilan, pengutusan, berkat, ketaatan, kesetiaan, dan percaya.

Menurut Kambuaya, keenam nilai tersebut merupakan fondasi utama bagi gereja dan pelayan Tuhan untuk berjalan sesuai dengan kehendak Bapa di Surga. Ia menekankan bahwa setiap orang percaya harus memahami panggilannya secara pribadi, diutus untuk menjadi saksi, hidup dalam berkat rohani, setia dan taat kepada Tuhan, serta memiliki iman yang kokoh.

“Orang percaya bukan hanya dipanggil untuk diselamatkan, tetapi juga diutus untuk menjadi terang bagi dunia, taat dan setia dalam setiap langkah, serta percaya kepada janji Tuhan,” ujar Nebrianus Kambuaya, Sabtu (1/11/2025).

Ia menguraikan beberapa ayat penting yang menjadi dasar pengajaran tersebut:

Panggilan: Kejadian 12:1–3, Yesaya 6:1–8, dan Matius 4:18–22 menggambarkan bagaimana Tuhan memanggil umat-Nya untuk meninggalkan zona nyaman dan mengikuti rencana ilahi.

Pengutusan: Matius 28:18–20 dan Kisah Para Rasul 1:8 menjadi dasar bagi gereja untuk melaksanakan Amanat Agung Kristus.

Berkat: Kejadian 12:2–3 dan Efesus 1:3 mengingatkan bahwa setiap berkat yang diterima memiliki tujuan untuk menjadi berkat bagi sesama.

Ketaatan: 1 Samuel 15:22 dan Roma 6:16–18 menegaskan bahwa ketaatan lebih berharga daripada korban, karena membawa kehidupan yang benar di hadapan Allah.

Kesetiaan: 2 Timotius 2:13 dan Mazmur 100:5 menunjukkan bahwa kesetiaan Tuhan kekal dan menjadi teladan bagi umat-Nya.

Percaya: Roma 3:28 dan Efesus 2:8–9 menegaskan bahwa keselamatan diperoleh melalui iman, bukan karena usaha manusia.

Selain itu, Kambuaya juga menyoroti pentingnya memahami kasih Bapa Elohim yang mengutus Anak-Nya ke dunia untuk kepentingan Kerajaan Sorga.

“Bapa mengutus Anak-Nya bukan karena dunia pantas, tetapi karena kasih-Nya yang besar. Segala sesuatu yang Yesus lakukan di dunia adalah demi kepentingan Kerajaan Sorga,” tegasnya.

Ayat-ayat seperti Yohanes 3:16, 1 Yohanes 4:9–10, Matius 6:10, Lukas 17:21, dan Kolose 1:13–14 menjadi dasar refleksi bahwa kehidupan orang percaya harus berorientasi pada Kerajaan Allah, bukan pada kepentingan pribadi.

“Kita harus mencari dahulu Kerajaan Sorga dan kebenarannya (Matius 6:33). Bila ini menjadi fokus kita, maka pelayanan dan hidup kita akan membawa kemuliaan bagi Bapa,” pungkas Nebrianus.

Melalui pengajaran ini, ia berharap gereja-gereja di Tanah Papua semakin dikuatkan untuk hidup dalam panggilan ilahi, mengabdi dengan setia, dan menjadi saksi nyata bagi kasih Tuhan di tengah dunia.