Sorong ,Wabumpapua.com— Anggota DPR RI, Robert Yoppy Kardinal, memberikan pesan penting kepada Ketua dan pengurus Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Papua Barat Daya, agar bangkit, maju, dan mengambil peran sebagai pengusaha OAP yang berjaya di atas tanahnya sendiri. Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan dan komitmen Robert untuk mendorong kemandirian ekonomi Orang Asli Papua melalui dunia usaha.

Dalam penyampaiannya, Robert menegaskan bahwa menjadi pengusaha bukan hal mudah, namun sangat memungkinkan jika disertai karakter kuat, manajemen yang baik, dan disiplin tinggi.

Robert menyoroti bahwa tantangan terbesar dalam dunia usaha adalah kemampuan memisahkan kepentingan pribadi dan perusahaan. Menurutnya, banyak pengusaha pemula gagal karena keuangan pribadi bercampur dengan keuangan usaha.

“Menjadi pengusaha itu sangat sulit. Yang paling sulit adalah manajemen waktu dan manajemen keuangan. Pengusaha harus disiplin dan mampu memisahkan kepentingan pribadi dengan kepentingan perusahaan,” tegas anggota DPR RI, Minggu (23/11/2025).

Ia juga menekankan pentingnya pemahaman tentang biaya modal, bunga bank, dan keuntungan yang seharusnya dikelola dengan cermat.

“Kalau pengusaha tidak punya hubungan dengan bank, berarti belum berhasil. Harus hitung biaya, margin, dan keuntungan. Jangan semua keuntungan langsung dihabiskan.”

Robert memberi contoh pembagian keuntungan yang ideal: sebagian kecil untuk kebutuhan pribadi, sementara 80 persen dikembalikan ke perusahaan untuk pengembangan.

Robert mengaku bangga karena banyak anak muda Papua kini memberanikan diri menjadi pengusaha, bukan semata-mata mengejar status ASN.

“Yang duduk di sini hari ini tidak semua lanjut kuliah, tapi berani jadi pengusaha. Ini luar biasa. Jangan mau jadi ASN kalau hati kalian untuk jadi pengusaha. Jangan juga jadi pengusaha tapi merangkap ASN, itu berbahaya dan rawan masalah hukum,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa banyak ASN yang tiba-tiba memiliki rumah dan mobil dalam dua tahun, padahal gaji hanya Rp4–5 juta per bulan. Menurutnya, keadaan seperti itu patut dicurigai.

Robert memuji keberanian pengurus dan anggota KAPP yang berhimpun sebagai pengusaha adat Papua. Menurutnya, keberadaan organisasi seperti KAPP sangat strategis untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Papua.

“Membuka satu perusahaan saja bisa membuka dua sampai tiga lapangan kerja. Itu sudah luar biasa. Kalian harus disiplin keuangan, disiplin waktu, dan komitmen untuk membangun usaha.”

Ia menegaskan bahwa pemerintah wajib mendukung anak-anak Papua yang ingin menjadi pengusaha karena mereka tidak membebani negara dan justru membantu membuka peluang kerja.

Robert menjanjikan dukungan penuh terhadap program-program yang dapat dikerjakan bersama KAPP Papua Barat Daya ke depan.

“Ke depan kita harus terus komunikasi. Saya siap bantu. Kalian buat laporan, rencana usaha, dan kita cari program yang bisa dikolaborasikan. Peluang itu ada, terutama komoditas yang dibutuhkan pasar seperti kelapa,” tutupnya.

Robert mengakhiri pesannya dengan penegasan tentang disiplin sebagai syarat mutlak menjadi pengusaha berhasil.

“Disiplin anggaran, disiplin bekerja, dan disiplin mengelola keuangan. Itu kunci utama.”(ones semunya) .