Maybrat, wabumpapua.com — Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRK Maybrat, Naftali Kambu, SH, memberikan sejumlah catatan kritis terkait pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 dalam sidang yang digelar pada Selasa (25/11/2025).

Kepada media ini, Naftali menjelaskan bahwa APBD Maybrat tahun anggaran 2026 mengalami penurunan, sehingga hanya berkisar Rp 811 miliar. Dengan kondisi tersebut, ia menegaskan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih selektif dan menggunakan anggaran secara tepat sasaran.

“OPD sebagai pengguna anggaran harus memanfaatkan dana sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Anggaran ini harus benar-benar menyentuh masyarakat,” tegas Naftali.

Naftali menyoroti secara khusus sektor kesehatan yang dinilai membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, rumah sakit yang telah dibangun dan difungsikan di Kabupaten Maybrat harus benar-benar menjadi pusat pelayanan utama masyarakat, bukan sekadar simbol pembangunan.

Ia menyebutkan, masih banyak pasien yang dirujuk ke Sorong Selatan maupun Kota dan Kabupaten Sorong karena fasilitas rumah sakit di Maybrat dianggap belum memadai.

“Akibat rujukan yang jauh, banyak pasien kita meninggal dalam perjalanan. Tingkat kematian masyarakat Maybrat saat ini sangat tinggi, bahkan menempati urutan pertama di Papua dan Indonesia. Ini harus menjadi perhatian serius,” kata Naftali.

Selain fasilitas, ia menegaskan perlunya peningkatan kesejahteraan tenaga medis.

“Dokter PNS di Maybrat hanya empat orang. Hak-hak mereka belum dibayarkan, sementara dokter kontrak mendapat perhatian lebih. Pemerintah jangan mengabaikan dokter pemerintah,” sambungnya.

Naftali juga menyoroti kurangnya koordinasi dan pembinaan antara Dinas Kesehatan dengan puskesmas-puskesmas yang ada di wilayah Maybrat. Menurutnya, selama ini peningkatan layanan di puskesmas terakreditasi tidak berjalan optimal.

“Kepala Dinas Kesehatan seharusnya rutin rapat dan turun mengecek kekurangan puskesmas, bukan hanya hadir saat sidang APBD lalu pergi tanpa progres,” tegasnya.

Selain kesehatan, Naftali menyebut sektor pendidikan juga harus masuk prioritas utama dalam penyusunan anggaran 2026, agar pelayanan pendidikan dasar di semua distrik semakin merata.ia juga memberikan apresiasi kepada Kepala dinas pendidikan, pemuda dan olahraga kabupaten maybrat yang telah mengalokasikan dana dan memberikan bantuan biaya studi akhir bagi mahasiswa dan mahasiswi kabupaten Maybrat.

Naftali berharap pemerintah daerah menyusun perencanaan anggaran yang fokus pada kebutuhan mendesak demi kesejahteraan masyarakat Maybrat secara menyeluruh.