Maybrat,wabumpapua.com– Ketua Panitia Pembangunan Tugu Pekabaran Injil di Kampung Jitmau dan Kampung Ikuf, Nehemia Isir, menjelaskan bahwa pembangunan tugu tersebut merupakan wujud nyata dari perjanjian iman masyarakat terhadap Injil yang pertama kali masuk pada 2 November 1948-tanggal 2 November 2025 genap 77 tahun Injil diberitakan di wilayah jitmau dan Ikuf, melalui dua hamba Tuhan dari Imeko yaitu Nabot Ginuni dan Titus Ergor.

Menurut Nehemia Isir Pada masa itu, pekabaran Injil pertama kali berlangsung di Kampung Jitmau dan Kampung Ikuf, yang kemudian menjadi dasar perubahan peradaban masyarakat hingga saat ini.

“Pembangunan tugu ini adalah bentuk penghormatan iman dan sejarah. Sebagai generasi penerus, kami memiliki tanggung jawab untuk membangun dan menjaga situs sejarah peradaban Injil ini,” ujar Nehemia Isir.

Ia menambahkan bahwa pada hari ini telah dilakukan peletakan batu pertama, sebagai tanda dimulainya pembangunan tugu tersebut. Proses menuju pembangunan ini, kata dia, telah melalui pergumulan yang cukup panjang, namun semuanya dapat terlaksana atas penyertaan Tuhan.

Sebagai Ketua Panitia, Nehemia Isir menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat yang telah memberikan dukungan nyata berupa alokasi dana sebesar Rp400 juta untuk pembangunan tugu tersebut.

“Kami percaya semua ini karena Tuhan, sehingga pemerintah boleh tergerak membantu. Kami tidak dapat membalas kebaikan ini, tetapi Tuhanlah yang akan membalas semua yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Maybrat,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi pemilik hak ulayat yang telah dengan tulus menyerahkan lahan pembangunan secara gratis. Menurutnya, tanah tersebut diberikan sebagai wujud syukur atas berkat Injil yang telah membawa terang, berkat, dan perubahan besar bagi masyarakat.

“Dulu hanya satu kampung, tetapi karena firman Tuhan, kini berkembang menjadi banyak kampung dan distrik. Injil telah melahirkan pemimpin-pemimpin yang melayani di berbagai tempat,” tambahnya.

Nehemia Isir menjelaskan, luas lahan yang diserahkan untuk pembangunan tugu adalah 50 meter x 70 meter, dengan posisi dari tepi jalan menuju ke arah hutan. Sementara itu, tinggi tugu direncanakan mencapai 8 meter, terhitung dari dasar hingga puncak salib.

Untuk target penyelesaian, panitia menargetkan pembangunan selesai pada Januari 2026. Saat ini, tenaga tukang sudah tersedia dan tinggal menunggu penyediaan serta pengerjaan material bangunan.

“Kami menargetkan Januari sudah harus selesai. Tukang sudah ada, tinggal proses pekerjaan bahan bangunan,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Nehemia Isir mengajak seluruh anak negeri, baik yang berada di kampung maupun di perantauan, untuk memberikan dukungan penuh demi kelancaran pembangunan tugu tersebut.

“Kami mengharapkan dukungan semua pihak, baik dukungan materi maupun doa, agar pekerjaan ini dapat berjalan lancar hingga selesai,” tutupnya.